Desember 2025, Timika Alami Inflasi 2,03 Persen dengan IHK 112,77
Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, pada Desember 2025 Kota Timika mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,77. Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,54 persen, dan inflasi year to date (y-to-d) juga berada pada angka 2,03 persen.
Hal tersebut disampaikan Ouceu Satyadipura, Kepala BPS Kabupaten Mimika, dalam rilis resmi Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 14/13/9412/Th. III yang diterima papuaglobalnews.com, Rabu 7 Januari 2026.
Ouceu menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan indeks tercatat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,18 persen.
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,84 persen.
Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,73 persen.
Kesehatan sebesar 1,16 persen; transportasi sebesar 2,15 persen.
Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,06 persen.
Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,55 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 21,32 persen.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi) adalah pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen.
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen dan pendidikan sebesar 0,15 persen.
Perkembangan Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran
Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat. IHK Timika tercatat naik dari 110,53 pada Desember 2024 menjadi 112,77 pada Desember 2025.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y terbesar berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,43 persen, disusul transportasi sebesar 0,20 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,13 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen.
Adapun kelompok yang memberikan andil deflasi y-on-y yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen serta pendidikan sebesar 0,01 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak memberikan andil signifikan.
Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan, minyak goreng, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, beras, kopi bubuk, cabai merah, hingga mobil.
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain daging babi, cabai rawit, tomat, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, ketimun, tahu mentah, jeruk, serta beberapa produk sandang dan perawatan pribadi.
Untuk inflasi m-to-m, komoditas utama penyumbang kenaikan harga adalah angkutan udara, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, cabai rawit, tempe, dan bensin. Sedangkan komoditas yang menahan inflasi atau mengalami deflasi m-to-m antara lain terong, kangkung, bawang putih, ikan mumar, beras, dan ketimun.
Inflasi Tinggi pada Perawatan Pribadi
BPS mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 21,32 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan harga emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 1,39 persen. Selain itu, komoditas seperti sabun mandi, pembalut wanita, bedak, tissu, dan shampo juga turut menyumbang inflasi meskipun dengan andil relatif kecil.
Inflasi Transportasi dan Rekreasi
Kelompok transportasi mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,15 persen, dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, serta kendaraan bermotor. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat inflasi y-on-y sebesar 4,06 persen, terutama disumbang oleh kenaikan harga layanan rekreasi dan olahraga serta alat tulis sekolah.
Dengan capaian tersebut, Ouceu menegaskan bahwa inflasi Timika sepanjang tahun 2025 masih berada pada level terkendali, meskipun terdapat tekanan harga pada beberapa kelompok pengeluaran tertentu, terutama perawatan pribadi dan transportasi. **




































