Data baseline dari Program PASTI-Papua memberikan gambaran penting bahwa masih terdapat sejumlah tantangan mendasar dalam penanganan stunting di Mimika.

Tantangan pertama, belum optimalnya konvergensi lintas sektor. Koordinasi horizontal dan vertikal dinilai masih perlu diperkuat, termasuk peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) hingga tingkat distrik dan kampung yang perlu lebih diaktifkan.

Kedua, adanya paradoks dalam penganggaran. Meski alokasi dana relatif besar, namun dampaknya dinilai belum signifikan karena masih didominasi oleh belanja tidak langsung dibandingkan intervensi langsung kepada kelompok sasaran, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, ketiga, keterbatasan akses dan kualitas layanan di wilayah terpencil juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi geografis, keterbatasan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan.

Menurutnya, hasil baseline yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut sangat penting sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data.

Data tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi stunting di wilayah intervensi, faktor-faktor penyebab, serta peluang perbaikan yang dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih terarah.

Selain itu, policy brief penanganan stunting yang disusun diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan efektivitas program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, TPPS, pemerintah distrik dan kampung, serta seluruh mitra pembangunan untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas intervensi spesifik maupun sensitif, serta memastikan setiap anak di Kabupaten Mimika dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

Workshop Policy Brief Baseline adalah kegiatan pelatihan atau lokakarya intensif yang bertujuan untuk melatih peserta cara menyusun dokumen policy brief (ringkasan kebijakan) yang efektif, persuasif, dan berbasis data. **