Menurutnya, selama hidup di dunia, pemuda harus berjalan bersama Yesus untuk mengerjakan karya keselamatan demi memperoleh kehidupan kekal di Kerajaan Surga.

Ia berpesan bahwa kunci mewujudkan Kerajaan Surga adalah hidup dalam tuntunan Roh Kudus, selalu mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan, sehingga setiap pekerjaan dapat berhasil.

“Orang yang hidup dalam kuasa Allah di bumi, kelak akan memasuki langit dan bumi yang baru, yaitu Yerusalem Baru. Kunci keberhasilan adalah tetap berada dalam bimbingan Roh Kudus dan Yesus,” pesannya.

Menurut Pdt. David, setiap anak Tuhan harus hidup di dalam Yesus. Dengan hidup dalam bimbingan Tuhan, setiap usaha dan pekerjaan akan memperoleh berkat dan keberhasilan.

Ia juga mengutip Injil Matius 6:33 yang berbunyi, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Karena itu, seluruh pemuda diajak untuk senantiasa memanjatkan pujian dan syukur kepada Tuhan agar mampu mengalahkan segala bentuk kejahatan. Semua orang percaya, termasuk para hamba Tuhan, harus bergandengan tangan menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di bumi sebagai jalan menuju kehidupan kekal.

Ia menegaskan bahwa pemuda sebagai ujung tombak kekuatan pemerintah dan gereja harus terus maju tanpa menyerah dalam membawa perubahan menuju dunia yang lebih baik.

“Pemuda harus maju bersama Yesus agar dapat menemukan jalan kebenaran menuju surga. Hanya melalui Yesus, Sang Pemegang Kunci, kita dimudahkan memasuki pintu surga,” tegasnya.

Pembukaan retret ditandai dengan penabuhan tifa bersama serta pengalungan tanda peserta oleh Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Ambaa, kepada dua perwakilan pemuda dan pemudi. **