Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika Gelar Retret, Pemuda Diajak Bangkit Merebut Bumi dan Surga
Timika,papuaglobalnews.com – Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika menggelar retret bagi para pemuda selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 8-10 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Jemaat Bahtera, Jalan C. Heatubun, dibuka secara meriah dengan mengusung tema “Pemuda Bangkit Merebut Bumi dan Surga”.
Adapun subtema kegiatan yakni, “Melalui Retret Mini Biro Pemuda, Generasi Muda Kingmi Klasis Mimika Membangun Masa Depan yang Indah” (Amsal 23:18).
Retret menghadirkan narasumber Pdt. Dr. Frediel Pigai, M.Th., yang membawakan materi tentang pemuda sebagai agen perubahan.
Kegiatan rohani tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Ambaa, yang diawali dengan penampilan tarian oleh Berth Mekeba Pigome dan Mekson Nawipa sebagai perwakilan pemuda dan pemudi.
Dalam atraksinya, Berth Mekeba Pigome memberikan motivasi kepada para peserta bahwa pemuda merupakan tulang punggung gereja, bangsa, dan orang tua. Ia mengaku prihatin karena banyak orang asli Papua meninggal akibat empat faktor utama, yakni HIV-AIDS, minuman keras, narkoba dan kekerasan bersenjata atau ditembak.
Sebagai tulang punggung gereja dan bangsa, ia mengajak seluruh Pemuda Kingmi untuk bangkit dan bersatu.
“Ko dan saya adalah pejuang untuk melawan semua yang terjadi di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Pdt. David Onawame dalam pesan firman Tuhan mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut sejak pembentukan panitia hingga pelaksanaan merupakan bukti penyertaan Roh Kudus.
Mengacu pada tema “Pemuda Bangkit Merebut Bumi dan Surga”, ia berharap para pemuda terus maju agar dipakai Tuhan menjadi fondasi pelayanan Klasis Kingmi Mimika.
“Pemuda harus bangkit sebagai tulang punggung Gereja Kingmi hingga Tuhan Yesus datang. Kalau orang tua sudah lemah, siapa lagi yang mendorong? Itu menjadi tugas pemuda dan pemudi melanjutkan karya pelayanan yang diwariskan para orang tua,” katanya.
Menurutnya, selama hidup di dunia, pemuda harus berjalan bersama Yesus untuk mengerjakan karya keselamatan demi memperoleh kehidupan kekal di Kerajaan Surga.
Ia berpesan bahwa kunci mewujudkan Kerajaan Surga adalah hidup dalam tuntunan Roh Kudus, selalu mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan, sehingga setiap pekerjaan dapat berhasil.
“Orang yang hidup dalam kuasa Allah di bumi, kelak akan memasuki langit dan bumi yang baru, yaitu Yerusalem Baru. Kunci keberhasilan adalah tetap berada dalam bimbingan Roh Kudus dan Yesus,” pesannya.
Menurut Pdt. David, setiap anak Tuhan harus hidup di dalam Yesus. Dengan hidup dalam bimbingan Tuhan, setiap usaha dan pekerjaan akan memperoleh berkat dan keberhasilan.
Ia juga mengutip Injil Matius 6:33 yang berbunyi, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Karena itu, seluruh pemuda diajak untuk senantiasa memanjatkan pujian dan syukur kepada Tuhan agar mampu mengalahkan segala bentuk kejahatan. Semua orang percaya, termasuk para hamba Tuhan, harus bergandengan tangan menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di bumi sebagai jalan menuju kehidupan kekal.
Ia menegaskan bahwa pemuda sebagai ujung tombak kekuatan pemerintah dan gereja harus terus maju tanpa menyerah dalam membawa perubahan menuju dunia yang lebih baik.
“Pemuda harus maju bersama Yesus agar dapat menemukan jalan kebenaran menuju surga. Hanya melalui Yesus, Sang Pemegang Kunci, kita dimudahkan memasuki pintu surga,” tegasnya.
Pembukaan retret ditandai dengan penabuhan tifa bersama serta pengalungan tanda peserta oleh Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Ambaa, kepada dua perwakilan pemuda dan pemudi. **













