Bencana Kabut Asap dan Kekeringan Hambat Pendistribusian Logistik Pembangunan di Agimuga
Batang kayu melintang di Sungai Cemara yang menghambat perahu dan Jhonson beraktivitas. (Foto – Istimewa/papuaglobalnews.com).
Selain mengeluhkan kabut dan debit air yang makin kecil, Arianus mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mimika membangun jalan kurang lebih 18 kilometer dari Fakafuku menuju Kiliarma. Dengan dibangunnya jalan memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam mendistribusikan logistik untuk pembangunan lebih mudah lewat jalur darat ketimbang selama ini masih lewat jalur sungai.
“Sekarang kita sangat sulit distribusi barang dari Pomako ke Fakafuku kendala kabut asap. Dari Fakafuku ke Kiliarma kita kendala sungai dangkal. Ini yang bikin kami di sini hadapi kendala sekarang,” jelas Arianus.
Ia berharap DPUPR Mimika mulai tahun 2027 mendatang sudah bisa merealisasikan pembangunan ruas jalan distrik menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat setiap tahun terus melakukan pengukuran tapi belum ada tindaklanjut.
“Kami harap Bupati dan Wakil Bupati bisa prioritaskan bangun jalan. Karena ini jadi urat nadi perlancar aktivitas mobilisasi barang dan jasa dari Fakafuku-Kiliarma maupun sebaliknya,” katanya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.











