Bencana Kabut Asap dan Kekeringan Hambat Pendistribusian Logistik Pembangunan di Agimuga
Timika,papuaglobalnews.com – Bencana kabut asap dan kekeringan yang melanda Mimika saat ini berkontribusi pada menghambat proses pendistribusian logistik pembangunan dari Pomako ke wilayah Distrik Agimuga.
Hal ini disampaikan Arianus Katagame,S.Pt.,M.Pt, Plt. Kepala Distrik Agimuga kepada papuaglobalnews.com, Selasa 27 Oktober 2026.
Arianus mengungkapkan kondisi kabut tebal di tengah laut membuat jarak pandang makin pendek berpotensi berisiko motoris kesalahan arah jika tetap paksa jalan mengantar logistik lewat laut.
Ia mengakui ada motoris yang hendak mengantar logistik terpaksa memutar balik jhonson ke Pomako takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah laut.
Selain masalah kabut asap yang menghambat pendistribusian logistik, persoalan lainnya dangkalnya debit air Sungai Cemara akibat panas panjang yang membuat jhonson atau perahu sulit beraktivitas. Kemudian banyaknya pohon yang tumbang melintang kiri kanan Sungai Cemara semakin menghambat lajunya perahu atau jhonson.
Batang kayu melintang di Sungai Cemara yang menghambat perahu dan Jhonson beraktivitas. (Foto – Istimewa/papuaglobalnews.com).
Selain mengeluhkan kabut dan debit air yang makin kecil, Arianus mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mimika membangun jalan kurang lebih 18 kilometer dari Fakafuku menuju Kiliarma. Dengan dibangunnya jalan memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam mendistribusikan logistik untuk pembangunan lebih mudah lewat jalur darat ketimbang selama ini masih lewat jalur sungai.
“Sekarang kita sangat sulit distribusi barang dari Pomako ke Fakafuku kendala kabut asap. Dari Fakafuku ke Kiliarma kita kendala sungai dangkal. Ini yang bikin kami di sini hadapi kendala sekarang,” jelas Arianus.
Ia berharap DPUPR Mimika mulai tahun 2027 mendatang sudah bisa merealisasikan pembangunan ruas jalan distrik menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat setiap tahun terus melakukan pengukuran tapi belum ada tindaklanjut.
“Kami harap Bupati dan Wakil Bupati bisa prioritaskan bangun jalan. Karena ini jadi urat nadi perlancar aktivitas mobilisasi barang dan jasa dari Fakafuku-Kiliarma maupun sebaliknya,” katanya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.











