Belum Ada IPAL, 11 SPPG di Mimika Dihentikan Sementara
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat MBG. Sebagian hanya mendengar informasi yang tidak benar, sehingga menolak program tersebut.
“Manfaatnya sangat baik jika sistem penyajian dan pendistribusian dilakukan sesuai standar. Tujuan program ini agar anak-anak Indonesia sehat dan pintar,” ujarnya.
Kemong menambahkan, saat ini program baru menjangkau empat distrik, yakni Mimika Baru, Wania, Mimika Timur, dan Kuala Kencana. Ke depan, pemerintah akan mendorong perluasan hingga wilayah pesisir dan pedalaman setelah melihat hasil evaluasi yang kini berjalan dinyatakan sudah baik.
“Untuk sementara masih fokus di wilayah kota,” katanya.
Sementara itu, penanggungjawab BGN wilayah Papua Tengah yang enggan disebutkan namanya mengatakan pihaknya berencana melakukan kunjungan ke seluruh SPPG bersama Satgas, mengingat selama ini belum pernah dilakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 18 SPPG di Timika dengan sasaran sekitar 41 ribu penerima manfaat, terdiri dari peserta didik dan non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Dari total 18 distrik di Mimika, program ini baru menjangkau empat distrik. Sebanyak 14 distrik lainnya belum dapat direalisasikan karena belum tersedia SPPG.
Untuk memperluas layanan, dibutuhkan dukungan Satgas Mimika guna mempercepat akselerasi program MBG agar pelayanan dapat merata.
Ia menambahkan, dari 18 SPPG yang ada, sebanyak 11 diberikan teguran dan dihentikan sementara karena belum memenuhi persyaratan, terutama terkait sistem IPAL yang belum memadai.
Ia menegaskan penghentian ini bersifat sementara. Setelah pengelola memperbaiki dan memenuhi standar IPAL serta persyaratan kesehatan, SPPG dapat kembali beroperasi.
“IPAL menjadi syarat penting karena dalam penyediaan MBG harus didukung lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya. **



























