Timika,papuaglobalnews.com –  Keberadaan Balai Benih Unggul (BBU) yang berlokasi di Kilometer 07, Distrik Wania Kabupaten Mimika sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan pelajar. Besarnya potensi pemanfaatannya, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mimika telah menjalin kerjasama (MoU) dengan Universitas Timika (UTI) dan SMK Pertanian.

“Jadi setiap tahun mahasiswa UTI dan siswa-siswi SMK Pertanian melaksanakan magang di BBU sebelum tamat atau lulus. Dengan praktek di BBU menjadi salah satu tugas syarat kelulusan,” jelas Abdul Haris Sudharmono, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mimika kepada media usai rapat Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida di Kantor DTPHP baru-baru ini.

Haris mengungkapkan mulai tahun 2026 ini memberikan perhatian penuh terhadap BBU tersebut untuk membenahi seluruh fasilitas diantaranya merehab greenhouse (bangunan khusus beratap dan berdinding transparan (kaca atau plastik) yang berfungsi mengontrol lingkungan tumbuh tanaman) termasuk tenaga kerjanya agar lebih optimal dalam pemanfaatannya dalam mendukung pengembangan BBU kedepan hingga kejaringan lebih bawah. BBU yang berusia sudah hampir 20 tahun dibangun sejak masa Kepala Dinas Limit Mokodompit, ia menyebutkan sebelumnya pernah mencoba mengembangkan pisang cavendis sekitar ribuan bibit namun berhenti dengan alasan keterbatasan anggaran.

Haris memastikan selama dirinya dipercayakan memimpin DTPHP sudah disampaikan kepada seluruh pejabat eselon III dan IV serta staf akan fokus membenahi semua kelengkapan faslilitas dan SDM di BBU mengingat tempat itu sangat berpontensi menjadi ruang atau tempat memberi edukasi kepada anak-anak mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi yang hampir setiap Jumat dalam minggu selalu saja ada kunjungan dari sekolah.

Haris ingin mengembalikan fungsi BBU sebagai pusat pembelajaran penyediaan varietas benih yang unggul dalam mendukung peningkatan kebutuhan tanaman pangan pertanian.

Ia mengungkap dalam membenahi seluruh lahan, pembangunan greenhouse serta peralatan lain membutuhkan anggaran kurang lebih Rp5 miliar yang sesuai rencana diusulkan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran pada tahun 2027. **