Aksi Pungut Sampah Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mimika Timur Disambut Antusias Warga
Mapurujaya,papuaglobalnews.com – Aksi nyata pungut sampah plastik dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di halaman Kantor Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT, disambut antusias masyarakat Mimika Timur, Jumat 22 Mei 2026.
Kegiatan yang melibatkan Kios Sampah ini digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Mimika dengan mengusung tema “Aksi Iklim untuk Keanekaragaman Hayati: Lindungi Ekosistem Darat dan Laut, Wujudkan Mimika Bersih dan Lestari.”
Aksi nyata tersebut menyasar Kampung Mware, Tipuka, Kaugapu dengan menggaungkan pesan mengurangi penggunaan plastik, menghijaukan bumi, hemat energi dan air, menjaga lingkungan demi masa depan, melindungi hutan, menjaga air, menyelamatkan laut, serta melestarikan alam.
Kegiatan bernuansa edukasi dan sosialisasi yang baru pertama kali dilaksanakan di wilayah distrik pesisir ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau.
Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika Jeffri Deda, Sekretaris DLH Ali Ramfli, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Devota Leisubun, serta Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser.
Kegiatan diawali dengan jalan santai bersih kampung sekaligus berolahraga untuk mempererat tali persaudaraan yang dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama menuju jalan ke Ayuka, kelompok kedua ke wilayah Kampung Mware dan kelompok ketiga ke arah Kampung Kaugapu dengan durasi waktu satu jam, 30 menit olahraga pungut sampah dan 30 menit pulang kembali menuju lokasi kegiatan.
Dalam aksi tersebut, masyarakat yang terdiri dari orang tua, remaja dan anak-anak mengumpulkan sampah gelas aqua, botol plastik aqua dan minuman lainnya ke dalam karung beras, kemudian mengantre untuk ditimbang oleh petugas Kios Sampah.
Masyarakat awalnya mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat ditengah cuaca yang hangat. Namun suasana sempat berubah ketika sejumlah mama-mama melayangkan protes karena merasa barang yang diterima dari hasil penjualan sampah tidak sesuai harapan.
Ketua RT 05 Kampung Kaugapu, Yohanes Omaneyau menjelaskan masyarakat memprotes karena barang yang ditukar dengan sampah tidak sesuai dengan yang diharapkan, seperti gula, beras, minyak goreng, mie dan telur ayam sebagaimana informasi dalam brosur yang dibagikan sehari sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Kepala DLH bersama staf dan Staf Ahli Bupati memutuskan seluruh sampah tetap ditimbang, dicatat berapa banyak karung disertai nama warga sesuai kampung untuk selanjutnya diserahkan kepada DLH dan barang hasil penukaran akan diantar petugas Kios Sampah pada Sabtu 23 Mei 2026.
Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Fransiskus Bokeyau mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi dan lingkungan hidup.
“Marilah kita rawat bumi ini dengan penuh tanggung jawab. Karena ketika lingkungan terjaga dengan baik, maka kesehatan masyarakat, kualitas hidup, dan masa depan generasi penerus juga akan terjamin dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan halaman Kantor Distrik Mimika Timur menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat Mimika dalam menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Menurutnya, Kabupaten Mimika memiliki kekayaan alam yang luar biasa sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikannya bagi generasi mendatang.
“Permasalahan sampah dan pencemaran lingkungan harus menjadi perhatian serius bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Mimika, khususnya masyarakat Distrik Mimika Timur, untuk terus membangun budaya hidup bersih dan sehat serta menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup masyarakat.
Hal ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 yaitu “Be The Solution, Not The Pollution” yang mengandung pesan mendalam agar seluruh masyarakat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga bumi, bukan menjadi penyebab kerusakan lingkungan.
“Kita diajak untuk mulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan sungai dan pesisir, serta menanamkan budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Kegiatan dimulai dari Kampung Tipuka, Kampung Mware, Kampung Pigapu hingga berakhir di halaman Kantor Distrik Mimika Timur.
Secara khusus, Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas kolaborasi dan dukungan dalam penyelenggaraan agenda bersih kampung tersebut.
“Kolaborasi antara DLH dan PT Freeport Indonesia merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kabupaten Mimika,” katanya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan hidup adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi utama bagi kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kepada generasi muda, Bupati berharap agar menjadi pelopor dan agen perubahan dalam menjaga lingkungan.
“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Mimika memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masa depan bumi dan daerahnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian lingkungan hidup melalui penguatan edukasi, peningkatan pengelolaan sampah, penghijauan, dan kerja sama lintas sektor demi menciptakan Mimika yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Jeffri Deda mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Lingkungan menjelang puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026. Selama sepekan, DLH menjalankan berbagai rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
Pemilihan lokasi aksi nyata di Mimika Timur menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati membangun dari kampung ke kota, karena selama ini DLH lebih banyak fokus menangani kebersihan di wilayah perkotaan.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian Pekan Lingkungan tersebut, DLH fokus pada kegiatan bersih-bersih kampung di ibu kota Distrik Mimika Timur, sosialisasi berbasis budaya menjaga lingkungan dalam program penilaian Adiwiyata di sekolah tingkat SMP, serta kegiatan kebersihan di wilayah kota.
Dalam pekan lingkungan ini, DLH menggandeng Kios Sampah untuk menimbang sampah yang dikumpulkan masyarakat dan ditukar dengan sembako sesuai jumlah poin yang dikonversi ke nilai uang. Dalam aksi ini juga diterapkan pembatasan penggunaan sampah plastik dan pengurangan sampah.
Jeffri menyebutkan, Bidang Lingkungan DLH saat ini menangani pengurangan sampah melalui Kios Sampah dan Bank Sampah lewat Pusat Daur Ulang (PDU). Sedangkan terkait pembatasan sampah plastik, DLH tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penghentian penggunaan plastik di kios, toko dan swalayan. Saat ini kebijakan tersebut sudah mulai dijalankan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2025.
Ia menambahkan, pembukaan Kios Sampah di Distrik Mimika Timur masih dalam tahap uji coba mengingat sosialisasi belum dilakukan, namun antusias masyarakat sangat tinggi dibandingkan wilayah kota.
Jeffri juga mengakui barang seperti beras, telur ayam, mie, gula dan kopi yang diharapkan masyarakat belum sempat dibawa saat kegiatan berlangsung.
“Stok di gudang itu ada. Nanti kami akan bawa tukar dengan sampah,” kata Jeffri.
Sementara itu, Devota Leisubun mengungkapkan kegiatan Pekan Lingkungan tahun ini baru pertama kali dilaksanakan di kampung sekaligus mensosialisasikan manfaat sampah botol aqua dan minuman mineral yang selama ini dibuang, padahal memiliki nilai ekonomis dan dapat ditukar dengan sembako sesuai berat sampah yang dikonversikan dalam bentuk uang.
Mantan Plt Kepala Dinas Sosial Mimika itu mengatakan aksi bersih-bersih sampah di kampung merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dalam lomba penilaian Adiwiyata. Selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan bersih kota sebelum puncak peringatan pada 5 Juni 2026 di Halaman Eme Neme Yauware.
Dalam program jalan santai sambil bersih kampung tersebut, DLH menggandeng Kios Sampah dengan harapan sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat langsung dijual dan ditukar dengan sembako sesuai jumlah kilogram yang dikonversikan ke dalam rupiah.
Terkait aksi protes masyarakat yang merasa tidak puas dengan hasil penjualan sampah dan barang yang diberikan, Devota menilai hal tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi di lapangan dan akan menjadi bahan evaluasi bagi OPD teknis dalam menyelesaikan persoalan serupa ke depan.
Devota menegaskan pemerintah memiliki tujuan mulia dalam mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang selama ini dibuang sembarangan sebenarnya dapat diolah dengan baik karena memiliki nilai ekonomis yang menghasilkan uang.
“Jadi sampah botol aqua, minuman mineral, gelas aqua dan sejenisnya, kaleng, besi, buku dan karton bukan dibuang untuk menyumbat saluran air. Tetapi dikumpulkan dalam jumlah banyak lalu ditimbang ke Kios Sampah untuk menjadi cuan,” pungkasnya. **










