TPNPB-OPM Ancam Tembak Pilot dan Narkoda Kapal yang Melayani di Papua
Papua,papuaglobalnews.com – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara resmi mengeluarkan ancaman keras menembak mati pilot dan nakoda kapal yang melayani penerbangan dan pelayaran sipil di Papua.
Penegasn ini dikeluarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam siaran pers pada Jumat 7 Agustus 2026.
Sebby Sambom menegaskan dirinya telah menginstruksikan seluruh pasukannya untuk menembak mati pilot dan nakhoda kapal komersial jika kedapatan memobilisasi militer Indonesia ke wilayah konflik.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengeluarkan perintah tembak mati terhadap pilot dan nakhoda yang ke depannya melakukan pendoropan militer Indonesia ke wilayah-wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua,” kata Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya.
Sebby menyebutkan ancaman ini tidak hanya berlaku saat para kru transportasi tersebut bertugas di kokpit atau kemudi, melainkan juga saat mereka berada di luar jam kerja.
Berdasarkan laporan intelijen internal mereka (PIS TPNPB), Sebby mengungkapkan adanya enam maskapai penerbangan sipil serta sejumlah armada kapal laut yang terpantau masih mengangkut personel militer.
Ia menyebutkan penerbangan yang masih pendoropan pasukan militer Indonesia oleh maskapai diantaranya; Smart Aviation, Susi Air, NGA, Trigana Air, Lion Air dan kapal-kapal laut.
Menurut Sebby, penggunaan transportasi komersial untuk misi militer terselubung melanggar hukum internasional. Ia merujuk pada ketentuan khusus pesawat sipil dalam Konvensi Chicago 1944.



