SMTK Berea Timika Lepaskan 32 Murid Kelas XII, Bertumbuh dalam Kristus Menjadi Terang bagi Dunia
Timika,papuaglobalnews.com – Keluarga besar Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Berea Timika Kabupaten Mimika Papua Tengah melaksanakan penamatan dan pelepasan 32 siswa-siswi kelas XII angkatan ke-31 tahun ajaran 2025/2026, Selasa 12 Mei 2026.
Kegiatan penamatan dan pelepasan berlangsung di Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) Maranatha, Jalan Hasanuddin, mulai pukul 09.00 WIT.
Mengusung tema “Bertumbuh dalam Kristus Menjadi Terang bagi Dunia” dengan subtema “Melalui Pendidikan Teologi Siswa-siswi SMTK Berea Diperlengkapi untuk Melayani Tuhan dan Sesama, dengan Iman Teguh Memiliki Karakter Kristus dan Kasih yang Nyata.”
Kegiatan diawali dengan prosesi masuk siswa-siswi kelas XII ke dalam gereja sambil membawa bendera Merah Putih dan pataka yayasan berwarna putih untuk mengikuti ibadah syukur.
Dalam prosesi tersebut siswa-siswi didampingi Kepala SMTK Berea, Diben Murib, S.Th bersama perwakilan guru. Momen penuh sukacita ini turut dihadiri para orangtua murid.
Dalam ibadah syukur tersebut, siswa-siswi kelas IX hingga XII turut mengisi acara melalui lagu-lagu pujian dan paduan suara.
Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Moses Lokbere selaku Ketua Yayasan SMTK Berea Timika, doa syukur dipimpin Pdt. Dr. Henok Bogau selaku Rektor STT Russel Timika, dan doa persembahan dipimpin Pdt. Detemianus Beanal, Ketua Klasis GKII Timika Kota.
Dalam khotbah, Pdt. Lukas Kadepa menegaskan bahwa bertumbuh ibarat benih yang ditabur di kebun. Benih yang jatuh di tanah subur akan bertumbuh dengan baik, sedangkan yang jatuh di tanah yang kurang baik tidak akan bertumbuh secara maksimal.
“Manusia juga mengalami pertumbuhan dari kecil hingga dewasa. Dalam perjalanan hidup pasti ada jatuh bangun dan penderitaan. Namun ketika mampu melewati penderitaan, maka seseorang akan menjadi pribadi yang kuat dan berhasil,” ujarnya.
Ia juga mengibaratkan pendidikan seperti api saat memasak makanan di dapur. Menurutnya, tanpa api makanan tidak akan matang. Demikian juga pendidikan dan proses pembinaan rohani sangat dibutuhkan agar seseorang memiliki ilmu pengetahuan dan hikmat dalam menjalani kehidupan.
“Selama tiga tahun ini Tuhan sudah menyediakan berbagai pengetahuan bagi anak-anak. Tinggal bagaimana mereka memahami dan mengembangkan apa yang telah diterima,” katanya.








