Timika,papuaglobalnews.com – Otonomi Daerah (Otda) genap berusia 30 tahun sejak lahir pada 25 April 1996. Tahun ini tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu, peringatannya secara nasional dilaksanakan serentak pada Senin, 27 April 2026.

Di Kabupaten Mimika, upacara peringatan dipusatkan di Lapangan Pusat Pemerintahan SP3.

Hadirnya Otda tersebut, penerapan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dinilai telah memberikan ruang dan kewenangan lebih luas kepada daerah dalam merencanakan, mengatur, dan memutuskan pembangunan sesuai kebutuhan lokal. Meski demikian, masih terdapat berbagai pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

Tokoh masyarakat adat Suku Amungme, Manuel John Magal, menyampaikan harapan besar agar kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong mampu menjawab persoalan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan, yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi meskipun sudah mulai dilakukan secara bertahap.

John mendorong agar implementasi Otda diwujudkan melalui kebijakan pro-rakyat, salah satunya dengan menghadirkan layanan ambulans dan taksi udara guna membuka akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau transportasi darat.

Ia menekankan pengelolaan program tersebut harus dipercayakan kepada pihak atau perusahaan yang kompeten, mengingat layanan ini sangat dibutuhkan, khususnya bagi pasien yang memerlukan rujukan dari puskesmas ke rumah sakit di Kota Timika.

“Saya minta Bupati siapkan helikopter sebagai ambulans dan taksi udara untuk melayani warga di pegunungan dan pesisir,” ujar John kepada papuaglobalnews.com disela-sela menghadairi peringatan ke 30 Otda di Pusat Pemerintahan SP3.

Selain itu, ia mengusulkan pembangunan helipad di setiap kampung, khususnya yang berada di lembah, guna mempermudah akses layanan tersebut.

Menurutnya, langkah ini penting agar setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat di wilayah tersulit.

“Jangan malu-malu, karena anggaran Mimika sangat besar. Masyarakat sangat mendukung program ini,” katanya.

John menambahkan, pemerintah memang telah membangun landasan pesawat perintis, namun lokasinya umumnya berada di wilayah pegunungan, sementara sebagian besar masyarakat tinggal di dataran rendah atau lembah. Oleh karena itu, keberadaan helipad di kampung-kampung dinilai lebih efektif.

Ia meyakini layanan transportasi menggunakan helikopter lebih fleksibel karena mampu menjangkau wilayah kampung secara langsung.

John juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Mimika yang dinilainya sudah berjalan cukup baik.

Ia menyoroti pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang telah melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga adat dalam merumuskan program pembangunan tahun 2027.