36 Pelajar SMTK Berea Timika Sukses Jalani ASAJ, Timika Sering Konflik akan Diterapkan Sekolah Berpola Asrama
Timika,papuaglobalnews.com – Sebanyak 36 pelajar Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Berea Timika di Kabupaten Mimika angkatan ke-31 sukses menjalani Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) tahun pelajaran 2025/2026 pada, Rabu 15 April 2026.
Sekolah bernuansa keagamaan dibawah pengawasan Kementerian Agama (Kemenag) berlokasi di Jalan Hasanuddin dengan akreditasi C berdiri sejak tahun 1995 telah banyak meluluskan putra-putri Orang Asli Papua (OAP) utusan Gereja Kemah Injil (Kingmi), GKII, GPdI dan Baptis baik yang ada di Timika maupun dari Kabupaten Puncak dan Intan Jaya.
Pada penutupan ASAJ dihadiri staf Seksi Pendikan Agama Kristen Kementerian Agama, Ribkha Yanti Parrangan memenuhi undangan pihak sekolah menggantikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen yang berhalangan.
Ia mengungkapkan Seksi Pendidikan Agama Kristen sangat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan SMTK dalam mendidikan putra-putri OAP. Seksi Pendidikan Agama Kristen Kemenag juga selalu siap memberikan bantuan sesuai dengan usulan kebutuhan.
“Setiap usulan kekurangan yang disampaikan sekolah akan kami teruskan ke Seksi Pendidikan Agama Kristen untuk diberikan bantuan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan selama ini bentuk perhatian dari pemerintah lewat Kementerian Agama berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diberikan kepada siswa-siswa yang kurang mampu. Khusus besaran dana BOS nilainya tidak tetap selalui fluktuatif, tergantung dari jumlah anak didik.
Proses pemberian bantuan ini dengan pihak sekolah membuat proposal diajukan kepada Seksi Pendidikan Agama Kristen Kemenag selanjutnya diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenag di Jayapura untuk proses pencairan.
Diben Murib, S.Th, Kepala SMTK Berea Timika mengucap syukur kepada Tuhan sehingga 36 anak didiknya dapat melaksanakan ASAJ dengan baik yang diakhir dengan acara penutupan.
Diben menyebutkan SMTK Berea Timika didirikan oleh misionaris sejak 1995 hingga 2018 beroperasi dibawah naungan Gereja Kemah Injil. Tahun 2018 sekolah mengurus pendirian yayasan sendiri dengan nama Yayasan Pendidikan Kemah Injil Indonesia (YPKII) dan 2019 ijin operasionalnya melalui Kementerian Agama terbit. Pada tahun 2025 mengikuti penilaian akreditasi dengan nilai C.
Ia menyebut total pelajar dari kelas X-XII berjumlah 112 dengan rincian 36 kelas XII, Kelas XI 34 orang dan Kelas X 43 orang.
Ia menyebutkan yang tamat sebagian melanjutkan jenjang perguruan tinggi dan sebagiannya kembali ke gerejanya masing-masing untuk memberikan pelayanan.
Ia menyebutkan siswa-siswi yang mengikuti pendidikan di SMTK utusan dari GKII, Gereja Kingmi di Tanah Papua, GPdI dan Baptis.





