Empat Nyawa Warga Sipil Dogiyai Melayang Demi Membalas Satu Nyawa Polisi, Selpius Bobii Layangkan Surat Terbuka ke Komnas HAM RI
Warga Dogiyai yang meninggal setelah ditembusi timah panah yang diduga dilakukan aparat keamanan pada Selasa 31 Maret 2026. (Foto – Istimewa).
Jayapura,papuaglobalnews.com – Selpius Bobii, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Eks Tapol Papua melayangkan surat terbuka elektronik kepada Komisi Nasional HAM RI, Rabu 1 April 2026.
Selpius mengirim surat terbuka merespons atas peristiwa kemanusiaan Dogiyai berdarah pada 31 Maret 2026 yang terjadi sekira pukul 10.00 WIT.
Dalam peristiwa itu empat orang nyawa warga sipil melayangkan demi membalas nyawa seorang anggota Polres Dogiyai berinisial YE.
Berikut isi surat terbuka selengkapnya yang diterima redaksi papuaglobalnews.com.
Kepada
Yth. KOMNAS HAM RI
Di Jakarta
Dengan hormat,-
Sehubungan dengan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Dogiyai pada 31 Maret dan 1 April 2026, melalui surat terbuka ini kami menyampaikan tragedi berdarah dimaksud.
Kabupaten Dogiyai seringkali terjadi tragedi kemanusiaan, sehingga kabupaten ini sering disapa “Dogiyai Sayang”. Kemarin 31 Maret dan hari ini 1 April 2026 merah darah tertumpah di Tanah Dogiyai.
Demi membalas satu polisi yang ditemukan tewas di Kimupugi, kemarin 31 Maret dan hari ini 1 April 2026 gabungan TNI dan POLRI terus memburu warga sipil di Dogiyai.
Ada empat warga sipil tewas ditembus timah panas.
1. Siprianus Tibakoto (25 tahun)
2. Ester Pigai (70 tahun)
3. Martinus Yobee (17 tahun)




































