Warning!!! Ruang Sakral Masyarakat Adat Papua Di Bawah Kontrol Negara
Ketika ruang sakral Masyarakat Adat berada di bawah kendali Negara, maka sesungguhnya Masyarakat Adat itu sudah rapuh, sudah tidak ada wibawa lagi, sudah tidak punya harga diri lagi.
Ketika wibawa Tokoh Adat berada dalam kontrol Negara, maka sesungguhnya Masyarakat Adat sudah berada dalam pelukan Negara. Ketika wibawa pertahanan Adat berada dalam kendali Negara, maka pertanda kehancuran fondasi suatu bangsa.
Bangsa Papua harus sadar akan hal ini. Terutama para kepala-kepala suku harus sadar akan hal ini. “Tatanan Adat adalah benteng pertahanan terakhir”, demikian kata Tuan Ottis Simonpiaref.
Ketika Tatanan Adat ini berada dalam kontrol Negara, maka bangsa Papua akan hancur berkeping-keping. Tananan Adat bangsa Papua sedang dalam ancaman kehancuran.
Para kepala suku asli di Tanah Papua harus jaga wibawa, jangan jual harga diri. Para kepala suku asli harus jaga honai, jaga alam, jaga hutan, jaga masyarakat Adat, dan jaga nilai nilai adat Bangsa Papua. Semua kepala suku asli di Tanah Papua harus berada dalam barisan Dewan Adat Papua yang dibentuk pada tahun 2002 di Jayapura.
Hari ini Dewan Adat Papua yang adalah Honai Papua sudah pecah, sehingga mari kita sama-sama benahi dan merehapnya kembali, hari ini pimpinan Gereja/Agama di Tanah Papua terkotak-kotak, jadi mari kita rekatkan hubungannya kembali seperti semula, dan hari ini Komponen Politik bangsa Papua terpecah belah, maka mari kita bangun kembali kesatuan dan persatuan bangsa Papua.
Tak ada pihak yang akan menolong kita dari ancaman ekosida, etnosida, spiritsida dan genosida; Mari kita menolong diri kita sendiri.
Bagi orang asli Papua yang selama ini melacurkan diri bermain dengan Negara Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, sebaiknya segera sadar, menyesal dan bertobat. Lihatlah bangsa Papua yang sedang menjadi minoritas dan sedang menuju kepunahan.
Tak ada masa depan bagi bangsa Papua dalam bingkai NKRI. Mari kita konsolidasi bersatu dan melangkah bersama meraih impian bangsa Papua.
Logo Cenderawasih adalah simbol kesatuan dan persatuan bangsa Papua. Logo cenderawasih dipakai oleh Dewan Adat Papua untuk menjaga Keutuhan Masyarakat Adat dan alam ekosistem Papua. Mari kita jaga honai Adat Papua. ** (Isi tulisan tanggungjawab penulis)














































