Waket IV DPRPT Kunker di Mimika, Dorong Pemkab Usul Kampung Nelayan di Pomako Kelola “Emas Biru”
Di kawasan tersebut, lanjutnya, perlu dibangun berbagai fasilitas penunjang seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pasar ikan, tempat penampungan dan pengolahan hasil laut, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, John juga bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika, Klemens Ohoilulin.
Ia menyoroti bahwa di kawasan Pomako terdapat perkampungan masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani.
Namun demikian, kampung tersebut hingga kini belum memiliki fasilitas dasar bagi nelayan, seperti tempat tambatan perahu, tempat pelelangan ikan, cold storage, stasiun pengisian BBM, hingga bengkel.
Padahal, potensi perikanan di wilayah tersebut dinilai sangat besar. Laut dan pesisir Pomako menjadi sumber utama penghidupan masyarakat, yang diibaratkan sebagai “kebun” dalam mencari nafkah.
John menegaskan masyarakat Mimika harus didukung untuk mampu mengelola potensi “emas biru” di wilayah perairannya. Salah satu upaya yang diusulkan adalah dengan penyediaan kapal ikan berukuran besar milik pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan agar potensi perikanan di Mimika dan Nabire tidak hanya dimanfaatkan oleh nelayan dari luar daerah. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















