Timika,papuaglobalnews.com – Umat Muslim di Timika antusias datang berbelanja pangan murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika di halaman Masjid Agung Babussalam Timika, Jalan KH. Dewantara, pada Sabtu 14 Maret 2026.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini terlaksana dengan menggandeng sejumlah distributor yang selama ini telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Tuti, salah satu warga Muslim yang datang berbelanja sambil menggendong anaknya, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah melaksanakan GPM langsung di halaman masjid yang letaknya mudah dijangkau masyarakat.

Sebagai ibu rumah tangga, Tuti mengaku sangat terbantu dengan harga bahan pangan yang lebih murah dibandingkan berbelanja di pasar maupun di toko sembako.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan pemerintah setiap bulan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Hal senada disampaikan Heti, warga Muslim yang tinggal di Jalan Anggrek. Ia mengaku datang berbelanja di Masjid Babussalam karena pada operasi pasar murah sebelumnya yang digelar pada 11 Maret 2026 di halaman Masjid Al-A’raaf Mawokauw Jaya, dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Heti juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengadakan operasi pasar murah bagi umat Muslim menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menjelaskan dalam GPM kali ini minyak goreng bersubsidi Minyakita sudah masuk dalam daftar komoditas operasi pasar murah.

Ia mengatakan, pelaksanaan operasi pasar murah di halaman Masjid Babussalam ini merupakan jadwal terakhir, dengan jumlah umat Muslim yang cukup banyak sehingga persediaan sembako juga lebih banyak.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya keagamaan, DKP bekerja sama dengan para distributor menyiapkan bahan pokok dalam jumlah lebih besar dari biasanya, dengan harapan dapat melayani seluruh masyarakat yang datang berbelanja.

Nyoman mengungkapkan GPM kali ini juga menjadi spesial karena para petani lokal sedang memasuki musim panen buah-buahan, khususnya nenas yang dijual dengan harga Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp15.000.

Ia berharap pada momen panen raya nenas ini masyarakat terdorong membeli dan mengonsumsi buah lokal lebih banyak, terutama karena harganya yang lebih terjangkau.

Menurutnya, peningkatan konsumsi pangan lokal merupakan salah satu cara memperbaiki neraca pemanfaatan pangan lokal yang selama ini, berdasarkan data DKP, masih belum seimbang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi buah lokal seperti nenas, semangka, mentimun, pepaya dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga terus didorong membiasakan di rumah menghidangkan menu pangan lokal seperti umbi-umbian patatas, keladi, jagung, kacang-kacangan dan sagu agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras.

Ia beralasan beras yang dikonsumsi masyarakat di Mimika sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Pulau Jawa, Makassar dan Merauke. Sementara pangan lokal selain dapat menjadi pengganti beras, juga memiliki kandungan gizi yang tidak kalah serta mudah diperoleh dari petani setempat.

Nyoman menambahkan, setiap tahun DKP Mimika selalu menyusun neraca bahan makanan. Namun tingkat konsumsi sayur-sayuran, umbi-umbian dan buah-buahan lokal masih tergolong rendah.

Melalui momentum GPM, Nyoman menegaskan secara tidak langsung pemerintah juga ikut mempromosikan dan menghidupkan kembali budaya mengonsumsi pangan lokal yang dalam beberapa waktu terakhir mulai jarang disajikan di setiap keluarga.

“Kami berharap pada setiap hari raya keagamaan masyarakat membiasakan menyajikan menu pangan lokal di meja, baik untuk tamu maupun untuk anggota keluarga,” pungkasnya. **