UGM Sorai Waisai Hadir di Perumahan 100 untuk Periksa Tekanan Darah Warga
Waisai,papuaglobalnews.com – Sembari pagi masih sejuk, warga Perumahan 100, Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, satu per satu berdatangan ke rumah Taesa untuk mengikuti kegiatan yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya: pemeriksaan tekanan darah gratis lengkap dengan edukasi kesehatan langsung dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 10.00-11.30 WIT, mahasiswa klaster medika Tim KKN-PPM UGM Periode II 2026 Unit Sorai Waisai menyelenggarakan program Skrining dan Edukasi Hipertensi, sebuah upaya deteksi dini yang menyasar masyarakat dewasa dan lanjut usia di kawasan permukiman tersebut.
Program ini digawangi oleh Faqih Fikri Nuryanto (Farmasi) selaku pelaksana utama, bersama dr. Jimmy Octavianus, dr. Shabrina Farras dan Velysia Irgi selaku perawat dan dgr. Felicitas Agriffina.
Kegiatan berjalan melalui alur yang terstruktur. Diawali registrasi peserta, pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter, pencatatan hasil, pemberian edukasi mengenai faktor risiko dan pengendalian hipertensi, hingga sesi diskusi terbuka bagi peserta yang ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya.
“Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Faqih Fikri Nuryanto, mahasiswa Farmasi UGM sekaligus pelaksana kegiatan.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap dijuluki silent killer. Penyakit yang berkembang tanpa gejala berarti, namun diam-diam meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.
Di wilayah seperti Raja Ampat, di mana akses terhadap fasilitas kesehatan masih terbatas dan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan rutin belum merata, program seperti ini menjadi sangat relevan. Dengan mendatangi langsung lingkungan warga, tim mahasiswa UGM meruntuhkan hambatan jarak sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi. Dari cara mengatur pola makan, anjuran olahraga ringan, hingga pertanyaan seputar obat tekanan darah yang selama ini mereka konsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Setiap pertanyaan dijawab secara lugas namun penuh empati oleh tim, menciptakan suasana konsultasi yang hangat dan akrab.
Melalui program Skrining dan Edukasi Hipertensi ini, Tim KKN-PPM UGM Sorai Waisai berharap masyarakat Perumahan 100 dan sekitarnya tidak lagi memandang pemeriksaan tekanan darah sebagai hal yang rumit atau menakutkan. Langkah kecil berupa kesadaran rutin mengecek tekanan darah, jika dibiasakan, dapat menjadi perisai paling efektif dalam melindungi diri dari komplikasi hipertensi yang berbahaya. Karena di Raja Ampat, seperti di mana pun kesehatan adalah hak setiap warga, bukan kemewahan. **













