Kini, setelah 70 tahun pelayanan Injil di tanah ini, kami tidak hanya mendengar Firman, tetapi kami memilikinya, membacanya, dan memahaminya dalam bahasa kami sendiri. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah tidak melupakan kami, Allah mendengar doa nenek moyang kami, dan kasih-Nya tetap menyertai kami dari generasi ke generasi.

Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh misionaris dan penginjil pendahulu yang telah membuka jalan, kepada Dr. Pdt. Deteminus A. Beanal, M.Th. yang telah menyelesaikannya, dan kepada seluruh orang yang telah mendukung dan mendoakan. Biarlah Firman Allah yang kini berbicara dalam Bahasa Amungsa ini menjadi terang yang tak akan pernah padam, menjadi kekuatan yang menopang hidup kami, dan menjadi warisan paling berharga bagi anak cucu kami sampai selama-lamanya.

Puji dan syukur hanya bagi Allah yang Mahabesar, sekarang dan untuk selama-lamanya. Amin.

Demikian amolonggo, Tuhan memberi kita semua! **