Triwulan I 2026, Dinkes Berhasil Periksa Malaria 296.883 Warga Mimika
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan eliminasi malaria. Sepanjang Triwulan I Tahun 2026 (Januari-Maret), Dinas Kesehatan bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan berhasil melakukan pemeriksaan malaria terhadap 296.883 warga yang tersebar di 18 distrik.
Berdasarkan data Dinkes dari total pemeriksaan tersebut, ditemukan 35.787 kasus positif malaria dengan positivity rate sebesar 12,05 persen. Artinya, dari setiap 100 orang yang diperiksa, sekitar 12 orang terkonfirmasi menderita malaria.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Mimika, Linus Dumatubun menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan tingginya upaya deteksi dini yang dilakukan secara masif, baik melalui pelayanan di fasilitas kesehatan maupun kegiatan penemuan kasus aktif di masyarakat.
“Pemeriksaan yang masif menjadi kunci dalam menemukan kasus sedini mungkin sehingga pasien dapat segera diobati dan penularan dapat ditekan,” ujarnya kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya,Selasa 12 Mei 2026.
Usia Produktif Paling Banyak Terdampak
Menurutnya, data menunjukkan bahwa kelompok usia produktif 15-64 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu 23.389 kasus. Hal ini mengindikasikan bahwa malaria masih berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Mimika.
Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki tercatat lebih banyak terinfeksi dengan 20.929 kasus, sementara perempuan sebanyak 14.858 kasus.
Plasmodium Vivax Sedikit Lebih Dominan
Berdasarkan jenis parasit, Plasmodium vivax menjadi penyebab terbanyak dengan 15.702 kasus, diikuti Plasmodium falciparum sebanyak 15.096 kasus. Selain itu ditemukan pula infeksi campuran sebanyak 3.303 kasus, Plasmodium malariae sebanyak 1.657 kasus, dan Plasmodium ovale sebanyak 29 kasus.
Pemeriksaan Lapangan Terus Ditingkatkan
Pemeriksaan malaria dilakukan menggunakan mikroskop dan Rapid Diagnostic Test (RDT). Sebagian besar pemeriksaan dilakukan melalui RDT sebanyak 210.605 tes, sedangkan pemeriksaan mikroskop sebanyak 86.278 tes.
Ia menjelaskan, selain layanan rutin di fasilitas kesehatan, penemuan kasus juga dilakukan melalui kunjungan rumah, puskesmas keliling, skrining balita, dan kegiatan surveilans lainnya. Upaya ini bertujuan menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan kelompok berisiko tinggi.
Optimistis Menuju Eliminasi Malaria
Dengan jumlah penduduk 315.995 jiwa, proporsi penduduk yang terkonfirmasi malaria selama Triwulan I 2026 mencapai 11,33 persen. Meski angka ini menunjukkan bahwa malaria masih menjadi tantangan serius, Pemerintah Kabupaten Mimika tetap optimistis target eliminasi dapat dicapai melalui penguatan deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu, menghindari gigitan nyamuk, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami demam.
“Keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan kerja sama yang kuat, kita yakin Mimika dapat terus menurunkan angka malaria dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” tutupnya. **








