TPNPB Kodap III Ndugama Darakma Nyatakan Tidak Bertanggungkawab Atas Aksi Penyanderaan 9 Perempuan di Jila
Nduga,papuaglobalnews.com – Panglima TPNPB Kodap lll Ndugama Darakma, Brigjend Egianus Kogeya menyatakan tidak bertanggungjawab atas aksi penyanderaan 9 perempuan dan penembakan di Jila, Kabupaten Mimika pada 17 Agustus 2026 lalu.
Egianus Kogeya beralasan karena aksi tersebut bukan bagian dari perjuangan politik Papua merdeka atau aksi tandingan terhadap TPNPB atas nama perjuangan.
Pernyataan ini Egianus Kogeya sampaikan dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang ditulis Sebby Sambom, Jubir TPNPB Per Sabtu, 12 September 2026.
Pernyataan klarifikasi serupa juga disampaikan secara langsung Egianus Kogeya dalam rekaman suara video berdurasi enam menit 53 detik yang beredar luas di media sosial (Medsos) whatsapp pada Sabtu 12 September 2026.
Sebby menjelaskan, aksi tersebut adalah aksi tandingan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua atau kasus kriminal yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan perjuangan Papua Merdeka.
Ia menjelaskan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menerima laporan resmi dari Panglima Kodap III Ndigama Derakma Bridjen Egianus Kogoya dan Pasukannya bahwa kelompok ini melakukan aksi penyanderaan terhadap 9 perempuan di Distrik Jila pada 17 dan 18 Agustus 2026 hingga akibatnya sudah menewaskan seorang ibu dan lainnya luka-luka, serta pembebasan pilot Philips Mark Martens yang tidak sesuai protokol TPNPB karena adanya keterlibatan Pemne Kogoya dengan kelompok John Lokbere.
Ia membantah Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga tidak memiliki struktur baru (Kodap X Nduga) yang ada hanya Kodap X Paniai sesuai kode registrasi dari KOMNAS TPNPB.
Oleh sebab itu, keterlibatan Pemne Kogoya sebagai Komandan Operasi Kodap X Nduga tidak termasuk dalam struktur pusat KOMNAS TPNPB dibawah pimpinan Jenderal Goliath Naaman Tabuni, Letjen Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai penanggung jawab Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Berkaitan dengan itu, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma mengeluarkan pernyataan sikap bahwa;
- TPNPB Kodap III Ndugama Darakma di bawah pimpinan Panglima Brigjend Egianus Kogeya menolak secara resmi atas penyerangan dan pembunuhan terhadap seorang ibu dan penyanderaan 9 perempuan (warga sipil) dibawah umur di Jila, pada 17 Agustus 2026.
- Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tidak pernah mengajarkan seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan untuk penyanderaan dan pembunuhan terhadap warga masyarakat sipil, kecuali yang mencurigakan atau mata-mata, Bin, Intelejen yang dipasang oleh TNI dan POLRI berdasarkan bukti, serta proses introgasi jika benar terbukti maka orang tersebut layak dieksekusi mati dan proses terlebihnya sesuai dengan hukum rimbah yang berlaku.
- Kasus ini, saya atas nama Panglima Kodap III Ndugama Darakma, Brigjend Egianus Kogeya meminta kepada Tim Kerja TPNPB (Komando Nasional) perlu cek kembali Draf Komando Nasional terkait 36 Kodap yang ada. Untuk menjaga nama baik Manajemen Markas Pusat dan 36 Kodap TPNPB. Saya sebagai penanggungjawab wilayah pertahanan daerah Kodap III Ndugama Darakma dengan tegas menolak kejadian di Distrik Jila pada tanggal 17 Agustus 2026 lalu.
- Karena TPNPB di 36 Kodap secara Komando Nasional berjuang atas dasar Rakyat Papua dari Sorong sampai Merauke yang sedang menderita, menangis demi kebebasan bangsa Papua Barat dari belenggu kolonialisme Indonesia.
- TPNPB Kodap III Ndugama Darakma menolak dengan tegas atas aksi yang dilakukan di Jila pada 17 Agustus 2026, oleh kelompok ilegal yang tidak bertanggung jawab dan tidak termasuk dalam Struktur TPNPB 36 Kodap secara Komando Nasional.
- Saya selaku Panglima Daerah Kodap III Ndugama Darakma Brigjend Egianus Kogeya menyatakan dengan tegas bahwa, kelompok ilegal tersebut yang melakukan ini adalah kelompok yang tidak berwibawa, kelompok yang tidak punya moral kemanusiaan dan juga tidak terdaftar secara garis Komando Nasional maka saya dengan tegas tolak atas kejadian dan kasus ini.
- Kelompok tersebut mereka punya amunisi, punya senjata namun pada saat saya buka perang pada tahun 2017-2025 hingga 2026 dari Kodap III Ndugama Darakma, kelompok ini tidak pernah bergabung tetapi mereka simpan-simpan senjata dan amunisi lalu kelompok ini mereka melakukan kegiatan pada 8 Mei 2026 setelah itu, mereka turun ke Jila dan pada 17 Agustus 2026 mereka melakukan penyerangan di Pos Jila, tembak 1 anggota TNI, 2 luka-luka dan selanjutnya mereka tembak seorang ibu, dan 9 perempuan disandera oleh kelompok tersebut.
- Dan kelompok ini mereka sandera 9 perempuan itu bawa masuk ke Bela Satu dan Bela Dua di sekitarnya. Kemudian dari 9 perempuan itu, dua orang melarikan diri ke arah jurang sampai saat ini belum kembali atau belum ketemu dan 7 lainnya mereka bawa naik ke mereka punya tempat.
- Untuk itu saya sebagai penanggung jawab Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Darakma Brigjend Egianus Kogeya meminta bahwa, kelompok tersebut harus bertanggungjawab atas 9 perempuan termasuk dibawah umur dan segera kembalikan mereka kepada pihak orang tua dan keluarga.
- Dalam kesempatan ini juga saya, selaku Panglima Kodap III Ndugama Darakma Brigjend Egianus Kogeya menolak dengan tegas atas Kodap III Ndugama Darakma menjadi Kodap 10, itu tidak benar dan hoax. Karena kelompok ilegal tersebut setelah tembak seorang ibu, dan sandera 9 perempuan termasuk di bawa umur di Jila. Dan silahkan cek nomor urut 10 di draf Komando Nasional.
- Aksi penyerangan dan penembakan yang terjadi di Distrik Jila pada 17-18 Agustus 2026 lalu benar-benar dilakukan oleh Jhon Lokbere dan kelompoknya. Oleh sebab itu, seluruh serangkaian kejadian tersebut telah diklarifikasi oleh pasukan TPNPB di Kali Kopi Timika dan Kodap III Ndugama Derakma bahwa mereka tidak terlibat.
Dan kami menilai bahwa aksi penyanderaan terhadap 9 perempuan di Distrik Jila lalu mengatasnamakan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma itu sudah melanggar hukum dan sedang merusak nama baik TPNPB Kodap III Ndugama Darakma dibawah pimpinan Brigjend Egianus Kogeya. Oleh sebab itu, laporan ini di buat atas nama Panglima TPNPB Kodap Brigjend Egianus Kogeya dan Mayor Belia Alias Maleo Kogeya dan tembusan kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga melampirkan bukti video digital jumpa pers yang dilakukan oleh kelompok yang terlibat dalam aksi penembakan dan penyanderaan 9 perempuan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 lalu. Kelompok tersebut tidak termasuk dalam Struktur Komnas TPNPB sehingga kasus tersebut benar-benar kasus kriminal yang mengatasnamakan perjuangan Papua Merdeka.
Kami juga melampirkan bukti rekaman audio voice dari Panglima TPNPB Kodap lll Ndugama Darakma, Brigjend Egianus Kogeya atas bantahan dan klarifikasi terkait kasus penembakan dan penyanderaan 9 perempuan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















