Soroti BBM Subsidi Habis Pukul 11.00 WIT, Viktor Kabey Desak DPRK Mimika Panggil Pengelola SPBU dan Pertamina
Viktor menegaskan persoalan ini tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, jika masyarakat terus-menerus harus mengantre dalam waktu lama namun tidak mendapatkan BBM subsidi, situasi tersebut berpotensi memicu kemarahan masyarakat.
“Suatu saat masyarakat bisa marah karena sudah lelah mengantre di SPBU tetapi tidak mendapatkan BBM, sementara di tingkat pengecer selalu tersedia stok minyak,” ujarnya.
Ia mengaku sering melihat langsung berbagai keluhan masyarakat di lapangan, termasuk di SPBU Nawaripi yang menurutnya kerap menjadi lokasi terjadinya komplain dari pengguna kendaraan.
“Saya lihat di lapangan setiap saat ada benturan misalnya di SPBU Nawaripi sering kali terjadi komplain. Saya harap DPRK Mimika segera melakukan investigasi hingga ke setiap penampungan pemegang izin SPBU agar dapat menemukan solusi atas persoalan ini,” sarannya.
Viktor juga menyoroti kondisi yang menurutnya janggal, yakni ketika BBM subsidi dinyatakan habis di SPBU, namun penjual eceran di berbagai lokasi masih memiliki stok untuk dijual.
“Ini yang membuat saya miris. BBM habis di SPBU, tetapi penjual eceran di jalan-jalan masih memiliki stok. Ini menunjukkan tata niaga distribusi BBM semakin tidak sehat. Padahal aktivitas distribusi dan bisnis BBM merupakan sektor yang dikontrol oleh pemerintah,” kritiknya.
Ia berharap DPRK Mimika segera memanggil pihak pengelola SPBU maupun Pertamina untuk meminta penjelasan terkait distribusi BBM subsidi, sekaligus memastikan pengawasan berjalan efektif agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara adil dan tepat sasaran. **
















