Soroti BBM Subsidi Habis Pukul 11.00 WIT, Viktor Kabey Desak DPRK Mimika Panggil Pengelola SPBU dan Pertamina
Timika,papuaglobalnews.com – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Mimika yang dilaporkan habis sekitar pukul 11.00 WIT hampir setiap hari sejak April hingga awal Juni 2026 mendapat sorotan dari pengamat sosial Mimika, Viktor Kabey.
Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan roda empat yang hendak mengisi BBM subsidi di SPBU. Padahal, untuk mengantisipasi pengisian BBM berulang oleh oknum pemilik kendaraan, sistem barcode telah diterapkan sebagai mekanisme pengawasan dan pembatasan pembelian BBM subsidi.
Namun, masih terjadinya antrean panjang dan cepat habisnya stok BBM subsidi dinilai menunjukkan belum optimalnya penerapan sistem tersebut di lapangan.
“Padahal kuota BBM untuk Mimika tidak mengalami kekurangan stok, tetapi masih dalam kondisi aman. Pertanyaannya, mengapa BBM subsidi bisa cepat habis?” tanya Viktor Kabey dalam rilis yang diterima redaksi papuaglobalnews.com, Selasa malam 9 Juni 2026.
Mantan anggota DPRD Mimika itu mendukung pernyataan Bupati Mimika Johannes Rettob yang mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi oleh SPBU kepada masyarakat.
Menurut Viktor, cepat habisnya BBM subsidi diduga dipicu oleh adanya pola pengisian berulang oleh kendaraan yang sama di SPBU, sehingga memunculkan dugaan terjadinya panic buying maupun potensi penimbunan.
Karena itu, ia berharap instansi teknis terkait tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut, melainkan segera mengambil langkah pengawasan yang lebih ketat di lapangan.
“Kalau memang kuota kurang, pengelola SPBU seharusnya melapor ke DPRK. Yang saya tahu, jumlah kuota BBM yang masuk ke setiap kabupaten dalam satuan kubikasi juga dilaporkan kepada DPRD melalui tembusan data distribusi,” katanya.
















