Jakarta,papuaglobalnews.com – Setelah 34 tahun sejak gempa bumi tektonik berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang Flores pada Sabtu, 12 Desember 1992 sekitar pukul 13.29 WIB, peristiwa serupa kembali menyapa masyarakat Flores. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58.23 WIB, wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., dalam siaran persnya menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M7,7 pada kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya berada di laut pada jarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Peringatan Dini Tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami, dengan tingkat status ancaman sebagai berikut:

  1. SIAGA (0,5–3 meter) terjadi di wilayah:

Manggarai Bagian Utara;

Ngada Bagian Utara;

Ende;

Flores Timur;

Jeneponto.

  1. WASPADA (<0,5 meter) terjadi di wilayah:

Flores Timur;

Bima;

Dompu;

Wajo.

Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut, tsunami telah tercatat di sejumlah wilayah, yaitu:

Sikka, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,2 meter.

 

Pelabuhan Kewapante-Sikka, pada pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter.

Flores Timur, pada pukul 05.24 WIB dengan ketinggian 0,25 meter.

Labuan Bajo, pada pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter.

Maurole-Ende, pada pukul 05.27 WIB dengan ketinggian 0,94 meter.

Dompu, pada pukul 05.29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter.

Bakalang-Alor, pada pukul 05.41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter.

Baubau, pada pukul 05.47 WIB dengan ketinggian 0,30 meter.

Bulukumba, pada pukul 05.58 WIB dengan ketinggian 0,54 meter.

Kolaka, pada pukul 06.27 WIB dengan ketinggian 0,23 meter.

Berdasarkan SOP yang berlaku, BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Peringatan Dini 1 diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB, atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi.

Peringatan Dini 2 diterbitkan pada pukul 05.09.56 WIB, atau 11 menit 33 detik setelah gempa bumi.

Selanjutnya, Peringatan Dini 3 yang berisi pemutakhiran parameter dan hasil observasi tide gauge berupa waktu tiba dan ketinggian tsunami dirilis sebanyak empat kali, yaitu:

Peringatan Dini 3.1 pukul 05.55.45 WIB, atau 51 menit 27 detik setelah gempa bumi.

Peringatan Dini 3.2 pukul 06.28.42 WIB, atau 1 jam 30 menit 19 detik setelah gempa bumi.

Peringatan Dini 3.3 pukul 06.49.19 WIB, atau 1 jam 50 menit 56 detik setelah gempa bumi.

Peringatan Dini 3.4 pukul 07.05.33 WIB, atau 2 jam 7 menit 10 detik setelah gempa bumi.

Sementara itu, Peringatan Dini 4 atau pengakhiran diterbitkan pada pukul 07.30.00 WIB, atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Pemutakhiran peta tingkat guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas sebagai berikut:

VII MMI di Aesesa, Kabupaten Nagekeo; Riung, Kabupaten Ngada; dan Kota Mbay. Pada skala ini, tiap-tiap orang keluar rumah dan terjadi kerusakan ringan pada konstruksi bangunan.

VI MMI di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa. Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan terkejut dan lari keluar rumah.

V MMI di Kota Ende, Kota Borong, dan Kota Ruteng. Getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun.

Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,6 hingga M6,2, dan satu gempa susulan di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial grup whatsapp memperlihatkan rusaknya terminal tunggu dan kedatangan Lorens Say Kabupaten Sikka. Selain bangunan romboh penumpang yang barusan turun dari KM Bukit Siguntang maupun para pengantar  lari berhamburan sambil berteriak histeris ketakutan. Selain itu ada para penumpang yang jatuh dari atas dermaga ke dalam laut. Warga yang masih berada di sekitar pelabuhan dalam kondisi panik kesulitan menolong warga yang jatuh. Begitupun barang-barang penumpang berhamburan di pelabuhan.

Dalam rekaman video itu juga terlihat tangga kapal terjungkal kedalam laut setelah tali dan kapal dilepaskan dari jangkar. Kondisi serupa juga terjadi di ruang kerja Bupati Ende juga rubuh. Akibat gempa tersebut akse ruas jalan Ende-Maumere mengalami tanah longsor sehingga menyulitkan arus lalulintas. Selain itu beredarnya video bangunan rumah di Kabupaten Manggarai ratah dengan tanah serta seorang ibu sementara menggendong dengan bayinya juga meningga dunia setelah ditindis material rumah.

Hingga berita ini publis belum diketahui secara terperinci kerugian material dan jumlah korban jiwa. **