Saatnya Bekerja untuk Iklim, Be The Solution, Not The Pollution: Recycle and Conserve
Timika,papuaglobalnews.com – Saatnya bekerja untuk iklim. Be The Solution, Not The Pollution: Recycle and Conserve.
Demikian pesan kuat yang diusung dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Mimika pada puncak peringatan yang berlangsung Jumat 5 Juni 2026.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dipusatkan di halaman Eme Neme Yauware berlangsung meriah. Kegiatan tersebut diwarnai penampilan tarian kontemporer dari anak-anak Mimika dan murid SMP YPJ Kuala Kencana yang mengenakan busana berbahan limbah daur ulang. Penampilan tersebut menyampaikan pesan edukatif mengenai prinsip 4R, yakni:
Reduce (Mengurangi), yaitu langkah awal untuk meminimalkan produksi sampah sejak dari sumbernya. Contohnya membawa tas belanja sendiri, membawa botol minum (tumbler) sendiri, serta menolak penggunaan sedotan plastik sekali pakai.
Reuse (Menggunakan Kembali), yaitu upaya menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai agar tidak langsung menjadi sampah. Misalnya menggunakan botol plastik bekas sebagai pot tanaman atau wadah serbaguna, serta memanfaatkan kertas bekas untuk corat-coret.
Recycle (Daur Ulang), yaitu mengolah sampah atau barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk baru yang bernilai guna melalui proses pengolahan. Contohnya mengolah sisa sayuran atau kulit buah menjadi pupuk kompos, atau mengolah sampah anorganik melalui bank sampah.
Replace (Mengganti), yaitu mengganti barang-barang yang biasa digunakan dengan produk yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang kali. Misalnya mengganti tisu basah dengan lap kain yang bisa dicuci atau mengganti kantong plastik sekali pakai dengan tas kanvas.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika Johanes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma, Ketua LEMASKO Gregorius Okoare, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika Jeffri Deda, Ketua TP-PKK Mimika Ny. Suzy Rettob, Wakil Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kemong, serta para pemangku kepentingan lainnya meluncurkan Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang ditandai dengan penekanan tombol secara bersama-sama.
Dalam sambutan, Bupati Johanes Rettob mengajak seluruh masyarakat Mimika tanpa terkecuali untuk memerangi sampah melalui langkah-langkah sederhana yang dimulai dari rumah, seperti mengurangi penggunaan plastik, tidak membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, maupun trotoar, serta membiasakan membawa tempat minum isi ulang sendiri.
Johanes menyebut salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam upaya mengurangi penggunaan sampah plastik dengan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2025 yang mengatur larangan penggunaan bahan plastik dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh OPD maupun masyarakat.
Ia juga menyoroti masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan meskipun edukasi dan sosialisasi mengenai dampak sampah plastik terus dilakukan setiap tahun.
Pada kesempatan tersebut, John memuji Kerukunan Batak Mimika yang telah memiliki sumber pendapatan organisasi dari hasil penjualan sampah melalui kerja sama dengan BNI.
Berkaca dari pengalaman tersebut, ia mendorong setiap komunitas, kerukunan, instansi swasta, maupun sekolah untuk mulai mengumpulkan sampah yang dapat ditukar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
John juga mengajak kepada semua tokoh agama untuk mengumumkan melalui mimbar pada setiap ibadah agar umat atau jemaat mengambil bagian dalam program mengumpulkan sampah untuk ditukar di Kios Sampah atau melalui BNI Cabang Mimika. Menjaga dan merawat lingkungan menjadi tugas bersama.
Sementara itu, Direktur PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebersamaan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu menjaga dan merawat lingkungan hidup.
Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini merupakan kegiatan kolaborasi antara PT Freeport Indonesia, baik yang beroperasi di area tambang maupun Smelter Manyar Gresik, bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Ia menambahkan bahwa PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika telah beberapa tahun terakhir bekerja sama menyelenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Eme Neme Yauware.
















