Tugas Dinkes membantu Bupati dalam menterjemahkan visi misi untuk meletakan dasar kesehatan yang kuat sesuai siklus hidup manusia menuju 25 tahun kedepan.

Dikatakan, berbicara kesehatan terdapat empat point penting menjadi kunci utama sebagai dasarnya, yakni kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi tenaga kesehatan, peralatan, obat-obatan dan pembiayaan.

Reynold juga memaparkan capaian 13 program prioritas 2025 untuk semester satu yakni:

  1. Kesehatan Ibu Hamil (K1) target yang diperiksa 6.170 orang terealisasi 1.051 orang atau 17 persen.
  2. Kesehatan Ibu Bersalin ditargetkan 6.177 orang terealisasi 1.062 orang atau 17 persen.
  3. Kesehatan Bayi Baru Lahir ditargetkankan 6.372 orang dan terealisasi 1.181 orang atau 19 persen.
  4. Kesehatan Balita ditargetkan 21.229 orang terealisasi 2.838 orang atau 13 persen.
  5. Kesehatan Pendidikan Usia Dini ditargetkan 7.378 orang terealisasi 2.573 orang atau 35 persen.
  6. Kesehatan Usia Produktif ditargetkan 13.371 orang dan terealisasi 1.511 orang atau 11 persen.
  7. Kesehatan Usia Lanjut ditargetkan 7.375 orang terealisasi 1.041 orang atau 14 persen.
  8. Kesehatan Penduduk Kelompok Rentan ditargetkan 11.939 orang terealisasi 1.141 orang atau 10 persen.
  9. Kesehatan Penyandang Diabetes ditargetkan 4.451 orang terealisasi 457 orang atau 10 persen.
  10. Pencegahan dan Gizi Seimbang Jiwa ditargetkan 4.453 orang terealisasi 541 orang atau 12 persen.
  11. Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) ditargekan 1.277 oang terealisasi 135 orang atau 11 persen.
  12. Kesehatan Orang dengan Risiko Inveksi HIV ditargetkan 3.873 orang terealisasi 346 orang atau 9 persen.
  13. Malaria Prevaling Rate ditargetkan 14.544 orang terealisasi 1.610 orang atau 11 persen.

Ia menjelaskan secara keseluruhan yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan selama semester satu 15.973 atau 93 persen dan terealisasi atau terperiksa 15.012 atau 98 persen. Dari jumlah pelayanan ini, Mimika menjadi penyumbang pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis terbesar untuk Papua Tengah 71,27 persen.

Realisasi Anggaran

Di hadapan Komisi III DPRK Mimika, Reynold juga menyampaikan pada tahun 2025 mengelola dana sebesar Rp.712.609.757.994,0  dan sudah terealisasi Rp.241.157.488.548   atau 34,86 persen dan realisasi fisik 60,22 persen. Dari total progres fisik Dinas Kesehatan mencapai angka 60,22 persen.

Reynold merincikan realisasi anggaran sesuai sumbernya.

  1. Dana Bagi Hasil Rp.282.257.675.720,0 terealisasi Rp.73.671.490.000 atau 73,49 persen  dan realisasi fisik  93,48 persen.
  2. APBN Rp.12.000.000.000,0 baru terealisasi Rp.8.640.000.000 atau 71,00 persen dan realisasi fisik 75,00 persen.
  3. DAU Rp.343.444.812.274,0 terealiasi Rp.242.175.998.558 atau 70,49 persen 71,09
  4. DAK FISIK Rp.21.907.270.000,0 terealisasi Rp.9.415.000.000 atau 42,94 dan realisasi fisik 63,74 persen.
  5. DAK NON FISIK Rp.20.000.000.000,0 terealisasi Rp.750.000.000 atau 3,75 persen dan realisasi fisik 87,41 persen.
  6. OTSUS Rp.15.000.000.000,0 terealiasi Rp.7.500.000.000 atau 50,00 persen dan realisasi fisik 83,00 persen.
  7. DIDK Rp.18.000.000.000,0 terealisasi Rp.144.000.000 atau 1,73 persen dan realisasi fisik 58,00 persen.

Pembangunan Fasilitas Kesehatan

Mantan Sekretaris Komisi Perlindungan Aids (KPA) Mimika ini menjelaskan, pada tahun 2025 melakukan pembangunan fisik bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD meliputi Kantor Balai POM dan Puskesmas Perintis, Klinik Wangirja, Utikini dan di Lapas).

Lainnya, Pustu Iwaka, Mulia Kencana, Omawita, Sumapro, Wonosari Jaya, Potowayburu Pantai, Naena Muktipura. Rumah Dinas Puskesmas Jila, Jita, Kokonao, Manasari, Potowayburu, Tapormai, Wakia, Potowayburu Pantai, Agimuga, Tipuka dan Limau Asri. **