Prodi D-3 Kesling Kemenkes Jayapura Kelas Timika Diduga “Tilep” Sebagian Bantuan Beasiswa Provinsi Papua Tengah
Timika,papuaglobalnews.com – Program Studi (Prodi) D-3 Kesehatan Lingkungan (Kesling) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jayapura Kelas Timika diduga “menilep” sebagian bantuan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah tahun 2025 untuk 52 mahasiswa penerima manfaat.
Informasi yang diperoleh papuaglobalnews.com dari sumber kuat pada Rabu, 13 Januari 2026 menyebutkan, total 52 mahasiswa terdiri dari 22 mahasiswa semester 3 dan 30 mahasiswa semester 5. Total anggaran beasiswa mencapai Rp279.800.000.
Menurut sumber tersebut, pada Rabu 7 Januari 2026 Kaprodi Muhammad Abas menggelar rapat bersama 52 mahasiswa. Dalam pertemuan itu disampaikan adanya pemotongan dana sebesar Rp21 juta yang disebut untuk mengganti biaya perjalanan pengurusan dokumen beasiswa.
Selain itu, pihak kampus membahas rencana pemotongan tambahan untuk pengembangan kampus, namun belum mendapat persetujuan dari mahasiswa.
Pertemuan kedua kembali digelar pada Kamis, 8 Januari 2026 untuk proses pembagian dana. Dalam rapat itu, Dorkas Marpaung yang disebut sebagai bendahara kampus membawa Rancangan Anggaran Pembelanjaan (RAB) untuk pengembangan kampus. Meski pemotongan tersebut ditolak dua kali dalam pertemuan, pihak kampus tetap melakukan pemotongan dengan alasan pengembangan kampus.
“Kami dikasih ruang untuk berbicara tapi penolakan pemotongan tetap tidak ditanggapi,” ujar sumber tersebut.
Akibat pemotongan, mahasiswa semester 3 hanya menerima Rp2,4 juta per orang dan mahasiswa semester 5 menerima Rp3 juta per orang. Sumber tersebut menegaskan bahwa jika dana Rp279.800.000 dibagikan tanpa pemotongan, setiap mahasiswa seharusnya menerima Rp5.380.769.
Berangkat dari pengalaman tersebut, sumber meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar penyaluran beasiswa tahap kedua dilakukan langsung melalui rekening para penerima agar tepat sasaran.
Meski menolak pemotongan, sumber mengaku terpaksa menerima Rp2,4 juta dan telah menggunakannya untuk membayar SPP semester 4.
Berkaitan dengan ini, papuaglobalnews.com telah berupaya konfirmasi kepada Kaprodi Muhammad Abas pada Selasa malam, 13 Januari 2026 pukul 18.34 WIT melalui pesan WhatsApp namun tidak mendapat respons. Selanjutnya, panggilan telepon sebanyak delapan kali pada rentang pukul 19.41–20.41 WIT juga tidak dijawab, meski status ponsel tampak online.
Sementara itu, Dorkas Marpaung yang dihubungi melalui telepon seluler Selasa malam dua kali pada pukul 19.50 WIT membantah dirinya merupakan bendahara kampus.
“Saya bukan bendahara. Di Prodi D-3 tidak ada bendahara,” tegas Dorkas.
Dorkas juga membantah adanya pemotongan beasiswa terhadap 52 mahasiswa tersebut. Namun ia menyarankan agar media menghubungi langsung Kaprodi atau bertemu langsung di kampus untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
Sementara dr. Silwanus Sumule sebagai PJ Sekda Papua Tengah saat dihubungi melalui pesan Whatsapp untuk mengkonfirmasi mengenai sasaran penggunaan dana bantuan beasiswa Provinsi Papua Tengah untuk mahasiswa yang sekolah di Nabire dan Timika belum memberikan komentar yang lebih detail.
“Maaf saya lagi mau operasi,” jawabnya. **














