Positivity Rate Kasus Malaria di Mimika Tahun 2025 Turun Signifikan Capai 14,62 Persen
Ia menambahkan, program ini menargetkan setiap kampung memiliki satu Pustu yang dilengkapi dengan tenaga dokter. Upaya mendekatkan pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh dan antre lama di Puskesmas. Dengan kualitas pelayanan Pustu yang setara dengan Puskesmas, masyarakat diharapkan lebih memilih berobat di fasilitas terdekat.
Selain itu lanjut Reynold dalam mencegah malari perlu mengubah pola perilaku hidup sehat menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, menggunakan kelambu serta meningkatkan fogging baik oleh petugas kesehatan maupun secara mandiri oleh masyarakat sendiri dengan mendapat pengawasan dari Dinkes.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, melaporkan bahwa malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika.
Berdasarkan data, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 145.742 kasus malaria. Jumlah ini meningkat pada tahun 2024 menjadi 161.398 kasus, dan kembali meningkat pada tahun 2025 hingga menembus 182.980 kasus, menjadikan Mimika sebagai daerah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Indonesia. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya cakupan pemeriksaan yang mencapai 1.296.868 orang pada tahun 2025.
Menurut Linus, peningkatan jumlah kasus dalam tiga tahun terakhir berkorelasi erat dengan peningkatan signifikan jumlah pemeriksaan malaria. Pada tahun 2025, Kabupaten Mimika mencatat jumlah pemeriksaan tertinggi, meski masih di bawah target nasional yang ditetapkan lebih dari 2 juta pemeriksaan.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia secara nasional telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya eliminasi malaria menuju tahun 2030. Pada tahun 2021, sebanyak 374 dari total 541 kabupaten/kota di Indonesia telah mencapai status eliminasi malaria, dengan hanya 26 kabupaten/kota yang masih masuk dalam kategori endemis tinggi.
Pada tahun yang sama, jumlah kasus malaria di Indonesia tercatat sebanyak 304.607 kasus dengan Annual Parasite Incidence (API) sebesar 1,12 per 1.000 penduduk. Lebih dari 50 persen kasus malaria tersebut dilaporkan berasal dari Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, percepatan eliminasi malaria di Papua Tengah, khususnya Mimika, menjadi prioritas nasional.
Salah satu pilar utama strategi eliminasi malaria Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah memastikan akses universal terhadap pelayanan malaria, meliputi kegiatan pencegahan, diagnosis, terapi, ketersediaan logistik, serta pencatatan dan pelaporan kasus secara akurat.
Sejalan dengan tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan berbagai upaya pengendalian malaria, antara lain pemeriksaan darah melalui layanan drive thru, kunjungan rumah, survei kontak serumah, serta pengendalian vektor melalui kegiatan larvasidasi dan Indoor Residual Spraying (IRS).
Upaya-upaya tersebut akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi komprehensif menuju eliminasi malaria yang berkelanjutan di Kabupaten Mimika. **














