PHBI Mimika Tetapkan 92 Titik Sholat Id 1447 H, Selama Ramadan 115 Ustaz Layani Umat Islam
Timika,papuaglobalnews.com – Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menetapkan sebanyak 92 titik pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan digelar secara serentak pada pukul 07.00 WIT.
Berdasarkan data Ikatan Khotib Dewan Masjid Indonesia (IK DMI) Mimika, selama bulan suci Ramadan terdapat sekitar 115 ustaz terdiri dari 100 ustaz lokal serta 13 hingga 15 ustaz tamu yang melayani umat Muslim di wilayah Timika.
Ketua PHBI Mimika, Haji Joko Prianto, menjelaskan dari total 92 titik tersebut, lima di antaranya merupakan lokasi lapangan terbuka yang menjadi pusat pelaksanaan Sholat Id. Kelima lokasi tersebut yakni Halaman Graha Eme Neme Yauware, Lapangan Kodim 1710 Mimika, Lapangan Tembagapura, area parkir Pasar Sentral, serta Lapangan Muhammadiyah.
“Lapangan Kodim 1710 Mimika ini merupakan gabungan dari Polres Mimika, Kavaleri, dan Brimob. Area parkir Pasar Sentral menjadi pusat bagi umat Muslim di sekitar Kelurahan Pasar Sentral, sementara Lapangan Tembagapura diperuntukkan bagi karyawan Freeport. Sedangkan Halaman Graha Eme Neme Yauware menjadi pusat utama bagi umat Muslim di Kota Timika,” jelas Joko, kepada papuaglobalnews.com, Jumat 20 Maret 2026.
Selain lima titik di lapangan terbuka, sebanyak 87 titik lainnya akan dilaksanakan di masjid-masjid yang tersebar di wilayah Mimika.
Untuk pelaksanaan Sholat Id di Halaman Graha Eme Neme Yauware, akan bertindak sebagai khotib Ustaz Abdul Syakir, S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika. Sementara imam adalah Ustaz Haji Muslimin, S.Ag., M.Pd, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kantor Kementerian Agama Mimika.
Kegiatan tersebut rencananya dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk tokoh non-Muslim yang berkenan hadir sekitar pukul 06.30 WIT, sebelum pelaksanaan salat dimulai.
Joko juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang kondusif selama pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara PHBI, MUI, DMI, Ikatan Da’i Muslim Timika, serta Binmas Islam Kemenag Mimika.
“Kami telah melakukan rapat sejak awal untuk menyusun jadwal pelayanan, termasuk pengaturan ustaz yang didatangkan dari luar daerah. Setiap penceramah dari luar wajib melapor ke MUI untuk pendataan dan verifikasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan antusiasme masyarakat Muslim selama Ramadan sangat tinggi. Hal ini terlihat dari ramainya jamaah di masjid dan musola saat pelaksanaan salat tarawih maupun kegiatan kultum.
“Saya setiap malam keliling untuk kultum tarawih, dan hampir semua masjid serta musola terisi penuh oleh jamaah,” katanya.
Joko memastikan, selama Ramadan tidak terdapat kejadian yang menghambat umat Muslim dalam menjalankan ibadah, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. **



































