Pesan Dr. Leonardus Tumuka Dikretur YPMAK untuk Alumni
Timika,papuaglobalnews.com – Dr. Leonardus Tumuka, Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menitipkan pesan kepada alumni bahwa dengan terbentuknya alumni untuk memperkuat jejaring dalam mendukung YPMAK dan memberikan sumbangsi kepada masyarakat.
“Kalau ada alumni yang belum sarjana dan alumni sudah sarjana yang memiliki kemampuan diberbagai bidang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat yang ada di tanah Papua ini,” demikian pesan Leo dalam sambutan pada acara Deklarasi Perkumpulan Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan PTFI melalui Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (PAPEDA-YPMAK) disalah satu hotel di Timika, Selasa 11 November 2025.
Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan sehingga dapat mengenyam pendidikan yang tinggi dan kembali mengabdi di tanah ini.
Leo mengungkapkan alumni ini tersebar di seluruh Indonesia.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang terus menjalin kersama yang baik selama ini, sehingga operasi PTFI tetap berjalan dengan baik,” ujar Leo.
Untuk itu, Leo mengajak semua alumni memberikan dukungan doa kepada PTFI agar seluruh proses yang sedang berlangsung pasca musibah longsor lumpur basah mengakibatkan tujuh karyawan meninggal dunia beberapa waktu lalu dapat kembali berjalan lancar.
Dengan kembali beroperasi dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat Mimika baik dari sisi pendidikan, ekonomi dan kesehatan.
Sebagai orang terdidik, kata Leo sangat dibutuhkan sumbangsi pemikiran untuk ikut ambil bagian dalam berbagai program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Kita punya masalah di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” ujarnya.
Leo menambahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika, PTFI dan YPMAK sedang menyiapkan satu kesepakatan Kerjasama berkaitan dengan program kolaborasi untuk kepentingan masyarakat.
Ia mengungkapkan ketika berbicara alumni disitu letak tanggungjawab moral sangat tinggi. Dimana ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki harus didistribusikan atau dibagikan kepada seluruh pemangku kepentingan terutama masyarakat yang membutuhkan sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Karena saat ini sudah banyak alumni yang menduduki jabatan bupati, wakil bupati, anggota DPRD, PNS, dokter, pimpinan OPD, tokoh agama dan profesi lainnya.
Leo juga mengakui dana kemitraan PTFI sangat besar manfaatnya.
“Kita minta sesama alumni untuk tetap jaga kebersamaan,” pesan Leo.
Ia mengajak untuk sama-sama menjaga PTFI, Pemerintah Daerah dan YPMAK termasuk menjaga seluruh masyarakat yang ada. Caranya dengan bahu membahu membangun daerah ini dan bangsa Indonesia.
Sementara berkaitan dengan program kesehatan, Leo mengungkapkan saat ini banyak masyarakat Amungme-Kamoro dan lima suku kekerabatan yang sakit.
Sebagai orang terdidik perlu memberikan edukasi dan masukan dengan bahasa daerah yang mudah dimengerti kepada masyarakat supaya kebiasaan pola hidup yang tidak sehat harus dikurangi.
Begitu juga dengan mengkonsumsi miras, merokok dan makan pinang berlebihan harus perlahan-lahan dikurangi. Ini menjadi tugas alumni berkoordinasi dengan stakeholders lainnya untuk memberikan edukasi atas hal-hal baik kepada masyarakat. Dengan edukasi hal positif hidup menjadi lebih sehat.
Selain itu, Leo menyentil mengenai pola ekonomi yang masih tradisional menjadi tugas alumni untuk sama-sama berpikir menggantikan dengan pola lebih modern.
Karena orang hidup di jaman yang semakin maju, sumber daya alam juga semakin terbatas dan pertumbuhan penduduk semakin tinggi, jika tidak mampu mencarikan solusi akan menjadi masalah dimasa mendatang.
Ia berharap alumni menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pembangunan supaya Mimika, Indonesia dan tanah Papua yang dicintai dapat maju secara bersama-sama.
Lebih Jauh, Leo mengungkapkan kedepan dalam program beasiswa bukan lagi berbicara tentang kuota tetapi kualitasnya.
“Karena orang Papua mampu dan berkualitas,” tegasnya.
Sebagai mahasiswa penerima beasiswa harus berkompetisi.
“Kita semua sama. Sehingga alumni perlu membuat formasi untuk mendorong memberikan motivasi kepada adik-adik yang lain dan jangan berlama-lama, supaya bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pesan Leo. **




































