Pemkab Mimika Siapkan Lahan 10 Hektar di Iwaka untuk Bangun SRT 76 Mimika
Timika,papuaglobalnews.com – Johannes Rettob Bupati Mimika Papua Tengah mengemukakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Kampung Iwaka SP5, Distrik Iwaka untuk Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial membangun gedung dilengkapi seluruh fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 76 Mimika. Dalam pembangunan itu bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
John menyampaikan hal ini dalam sambutan pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 76 Mimika di Wisma ASN Jalan Poros SP2 Kelurahan Timika Jaya Distrik Mimika Baru pada Jumat 10 Oktober 2025.
Orang nomor satu di Mimika ini mengungkapkan SRT 76 Mimika merupakan proyek strategis nasional yang ditetapkan dalam program Presiden Asta Cita, yang didalamnya termasuk Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
“Ada delapan kegiatan Nasional yang harus kita kerjakan di seluruh Indonesia sampai di tingkat kabupaten/kota. SRT 76 Mimika ini salah satu wujud nyata Asta Cita,” jelas John.
Ia menjelaskan dari delapan Asta Cita tersebut tersisa empat yang harus dikerjakan. Tugas kepala daerah memang berat karena jika tidak melakukan Asta Cita, kepala daerahnya akan berikan sanksi waktu istirahat selama tiga bulan untuk sekolah kembali.
Kesempatan itu, John menyentil saat ini banyak orang menilai Bupati dan Wakil Bupati tidak membuat apa-apa, yang dilakukan semua program nasional. Namun demikian, John menegaskan meskipun itu program nasional tetapi dalam pelaksanaan tetap ada peran kuat dari Pemerintah Daerah.
Ia mengakui sesungguhnya Mimika sudah tidak termasuk dalam daftar penerima program SRT ini alasan sudah terlambat mengingat minimnya informasi yang diterima sehubungan dengan program tersebut. Namun berkat koordinasi dan dukungan kuat dari John Mampioper, Kepala Balai Kementerian Sosial Papua dan Maluku semua dapat dilaksanakan dalam waktu singkat.
John juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial yang sudah bekerja keras dari awal hingga pada peresmian ini.
Terima kasih yang sama, John sampaikan kepada orang tua yang telah mengijinkan anaknya untuk bersekolah berpola asrama ini.
Terkait itu, John mengingatkan kepada orangtua supaya jangan sering datang mengunjungi karena akan mempengaruhi suasana batin anak untuk minta pulang ke rumah.
Lebih jauh John menjelaskan, angka 76 merupakan nomor integrasi dari sekian banyak sekolah di Indonesia dan Mimika menjadi urutan ke 76.
Di Papua Tengah, sebut John sebenarnya terdapat dua SRT, satunya di Kabupaten Nabire dan Mimika. Namun yang cepat respons Pemerintah Kabupaten Mimika.
Di hadapan orangtua, John mengingatkan kepada murid SRT 76 Mimika untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan lebih semangat belajar mengejar cita-cita. Terjadi banyaknya putus sekolah selama ini bukan karena otak tidak mampu tetapi faktor keterbatasan ekonomi keluarga.
John juga berharap kedepan tidak hanya SRT SMP dan SMA tetapi dapat membuka SRT Paud, TK dan SD. **














