Pegawai DPKD Mimika Kunjungi Perpustakaan Merah Putih Kampung Nawaripi
Pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPKD) Kabupaten Mimika mengunjungi Perpustakaan Merah Putih Nawaripi di Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika pada Kamis, 30 April 2026. (Foto – Istimewa).
Nawaripi,papuaglobalnews.com – Pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPKD) Kabupaten Mimika mengunjungi Perpustakaan Merah Putih Nawaripi di Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika pada Kamis, 30 April 2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keberadaan Perpustakaan Kampung Nawaripi.
Staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Inu Purwa Supriyanto, menuturkan kedatangan mereka untuk mengecek kebenaran informasi dari warga terkait keberadaan perpustakaan di kampung tersebut.
“Memang selama ini ada warga yang memberitahu bahwa Kampung Nawaripi memiliki perpustakaan. Untuk memastikan hal itu, kami turun langsung melihat kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, pihaknya tidak membawa bantuan, melainkan hanya meninjau langsung kondisi dan koleksi buku di perpustakaan kampung tersebut.
“Kami turun untuk melihat apakah di Nawaripi ini perpustakaan kampung atau perpustakaan sekolah. Setelah kami lihat, ternyata benar ada perpustakaan kampung,” kata Purwa.
Terkait permintaan penambahan judul buku dan pelatihan tenaga perpustakaan, ia menjelaskan tahun ini belum ada anggaran untuk pembelian buku. Oleh karena itu, dinas belum dapat memberikan bantuan buku ke perpustakaan di Kabupaten Mimika, termasuk di Nawaripi.
Namun, usulan pelatihan tenaga pengelola perpustakaan mendapat respons positif dan akan disampaikan kepada pimpinan.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ke Perpustakaan Nawaripi.
Ia menjelaskan perpustakaan tersebut telah berdiri sejak tujuh tahun lalu, bersamaan dengan berdirinya PAUD dan TK Merah Putih Nawaripi.
Perpustakaan ini mengoleksi ratusan judul buku, mulai dari komik, sejarah daerah, sejarah nasional, hingga buku budidaya ikan air tawar, serta berbagai judul lainnya.
Ia menilai kunjungan ini membawa angin segar bagi perpustakaan kampung, dengan harapan adanya bantuan buku maupun lemari penyimpanan.
“Syukur mereka merespons permintaan pelatihan bagi petugas pengelola perpustakaan,” kata Norman.
Ia juga mengakui perpustakaan masih membutuhkan tambahan koleksi buku baru, yang diharapkan dapat dipenuhi melalui bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Selama ini, pihak kampung mendapatkan buku dari berbagai mitra pemerintah kampung.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan kampung menjadi salah satu syarat menuju desa maju atau desa mandiri.
Selain itu, melalui pelatihan penataan perpustakaan dan arsip, para peserta juga akan diajarkan cara mengelola dan menata buku dengan baik agar tidak rusak, termasuk mencegah kerusakan akibat rayap. Mereka juga akan dilatih menata arsip kampung, termasuk arsip digital agar dapat tersimpan dengan baik. **














