Paus Leo XIV Tunjuk Uskup Agung Piero Pioppo Sebagai Nuncio Apostolik Spanyol dan Kerajaan Andorra, Kaum Awam Katolik Papua Minta Paus Kunjungi Papua
Timika,papuaglobalnews.com – Terimakasih Nuncio Piero Pioppo: “Kami juga berharap Paus mengunjungi West Papua”. Demikian tulisan pengantar awal Siaran Pers Suara Kaum Awam Katolik Papua pada Jumat, 19 September 2025.
Stenly Dambujai dan Chris Dogopia bersama kaum awam Katolik Papua berharap agar Taktah Suci Vatican menunjuk Duta Besar Vatican yang punya hati untuk Papua umat Katolik Pribumi Papua di West Papua.
Berikut isi lengkap siaran pers yang dikutip papuaglobalnews.com dari laman Facebook Kaum Awam Papua:
Paus Leo XIV telah menunjuk Uskup Agung Piero Pioppo sebagai Nuncio Apostolik untuk Spanyol dan Kerajaan Andorra, sebuah negara berdaulat di semenanjung Iberia.
Mantan Nuncio Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) adalah Uskup Agung Tituler Torcello, dan memiliki pengalaman luas sebagai Nuncio Apostolik, juga bertugas di Kamerun dan Guinea Ekuatorial.
Nuncio Lahir di Savona, Italia utara, pada tahun 1960, Uskup Agung Pioppo, yang memiliki Gelar Doktor dalam Teologi Dogmatik, ditahbiskan dan dilantik di keuskupan Acqui Terme, Italia, pada tahun 1985.
Ia diangkat dalam dinas diplomatik Takhta Suci pada tahun 1993 dan telah bertugas di negara-negara berikut: Korea, Chili, dan Sekretariat Negara Takhta Suci. Ia diangkat menjadi Prelat Institut Karya-Karya Agama pada tahun 2006.
Ia diangkat sebagai Uskup Agung Tituler Torcello dan Nuncio Apostolik untuk Kamerun dan Guinea Ekuatorial pada tanggal 25 Januari 2010 dan menerima Tahbisan Episkopal pada bulan Maret tahun yang sama.
Paus Fransiskus menunjuk Uskup Agung Pioppo sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia pada September 2017 dan Nunsius Apostolik untuk ASEAN pada tahun berikutnya.
Mgr. Piero Pioppo ditunjuk sebagai Duta Besar Vatikan untuk Indonesia pada 8 September 2017.
Ia menggantikan Mgr. Antonio Guido Filipazzi yang sebelumnya menjabat sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan kemudian ditugaskan ke Nigeria.
Piero Pioppo tiba di Indonesia pada 14 November 2017 dan menyerahkan surat kredensial kepada Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Ignatius Suharyo, pada keesokan harinya.
Selain sebagai Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo juga ditunjuk sebagai Nuncio Apostolik untuk ASEAN pada 19 Maret 2018.
Ia memiliki pengalaman diplomatik yang luas, termasuk menjabat sebagai Nunsius Apostolik di Kamerun dan Guinea Khatulistiwa dari 25 Januari 2010 hingga 8 September 2017.
Perlu diketahui bahwa Nuncio Piero Pioppo, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, telah mengunjungi Papua setidaknya dua kali:
1. Kunjungan Pertama: Mgr. Piero Pioppo mengunjungi Jayapura dua tahun sebelum artikel ditulis (sekitar tahun 2023) untuk mentahbiskan uskup Jayapura. Saat itu, ia melihat spanduk yang menanyakan kapan akan ada uskup OAP baru untuk Timika.
2. Kunjungan Kedua: Pada 13-14 Mei 2025, Mgr. Piero Pioppo mengunjungi Timika untuk memimpin Misa Penahbisan Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Ia tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pada 13 Mei 2025 dan memimpin misa penahbisan pada 14 Mei 2025.
Nuncio Piero Pioppo berharap Paus Leo XIV akan mengunjungi Papua suatu hari nanti, karena Paus Leo XIV telah dua kali mengunjungi Papua sebelum menjadi Paus, yaitu di Manokwari dan Sorong.
Kami Suara Kaum Awam Katolik Papua di West Papua mengucapkan terimakasih kepada Duta Besar Vatican untuk Indonesia, Nuncio Piero Pioppo
Sambil mengucapkan terima kasih, kami Suara Kaum Awam Katolik Papua berdoa dan berharap agar:
1. Taktah Suci Vatican dapat menunjuk Duta Besar Vatican Untuk Indonesia Yang Mau Mendengarkan Suara Umat Katolik Papua dari West Papua.
2. Taktah Suci Vatican menunjuk Duta Besar Vatican yang punya hati untuk kami umat Katolik Pribumi Papua di West Papua.
3. USMAN Segera klarifikasi Pernyataan Dukungan terhadap PSN di Tanah Anim Ha, Selatan Papua.
4. Segera Ganti Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
5. Vatikan, KWI dan Uskup-uskup di Papua segera lakukan investigasi dugaan keterlibatan Pemimpin Hirarki Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak pada Ekosida, Spiritsida, Etnosida dan Genosida di Tanah Adat Anim Ha, Selatan Papua.
6. Kami Umat Katolik Papua Masih Membutuhkan Uskup Orang Asli Papua di Tiga Keuskupan, yaitu:
(1). Keuskupan Agung Merauke
(2). Keuskupan Agats-Asmat
(3). Keuskupan Manokwari-Sorong. **




































