Papua Kembali Berdarah! Operasi Militer di Tembagapura Tewaskan Lima Warga Sipil, Ribuan Orang Mengungsi
TPNPB juga menyerukan kepada Palang Merah Internasional untuk segera menangani krisis pengungsi di Tanah Papua. Hingga akhir Maret 2026, jumlah warga yang mengungsi akibat operasi militer dan konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat militer Indonesia tercatat lebih dari 107.039 jiwa. Jumlah itu terus bertambah sementara kematian di pengungsian meningkat karena minimnya bantuan kemanusiaan nasional maupun internasional.
Siaran pers ini disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom pada Jumat, 8 Mei 2026. Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM adalah Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan terdapat enam warga sipil dilaporkan mengalami tembak di dua lokasi berbeda yakni di Kampung Narangkea-Uyawin dan Kampung Uyawin-Winni Mile 69 area Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Kamis (7/5).
Ia mengungkapkan, keenam korban dievakuasi sementara di Pos Brimob Camp David Tembagapura.
“Kejadian ini sejak Kamis malam. Sementara anggota kita prioritaskan keselamatan masyarakat,” katanya.
ia juga menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, seorang perempuan dan balita juga menjadi korban mengalami luka tembak pada betis kaki dan luka bagian mulut. **








