Panen Dua Ton Labu Madu, DTPHP Mimika Dorong Kelompok Tani Bina Usaha Kembangkan Pangan Organik
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melakukan panen dua ton labu madu milik Ketua Kelompok Tani Bina Usaha SP2, Maman Suratman pada Rabu 8 April 2026.
Panen tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DTPHP Mimika, Abdul Haris Sudharmono, didampingi staf Bidang Hortikultura bersama Maman Suratman dan anggota kelompok tani.
Labu madu tersebut ditanam di lahan berukuran 25 x 30 meter persegi yang berlokasi di belakang Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mimika. Tanaman ini dipanen setelah berusia sekitar dua bulan, dengan harga pasar saat ini mencapai Rp20 ribu per kilogram.
Maman Suratman menjelaskan, dalam satu kali masa tanam, tanaman labu madu yang dirawat dengan baik terutama dalam hal pemupukan dapat dipanen hingga lima kali.
“Selain untuk sayuran, labu madu juga bermanfaat sebagai obat maag atau lambung dengan cara direbus dan dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Bisa juga digunakan untuk makanan bayi dan bahan olahan kue,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen labu madu tersebut telah memiliki pasar tetap, antara lain disuplai ke Diana Supermarket, Toko Tani DKP, serta pedagang di pasar lokal.
Sementara itu, Abdul Haris Sudharmono mengapresiasi Kelompok Tani Bina Usaha SP2 yang selama ini menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan di Mimika.
Ia mengajak para petani untuk terus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Ketahanan pangan tidak hanya padi dan jagung, tetapi juga mencakup sayur-sayuran seperti labu madu serta buah-buahan seperti pepaya dan pisang,” ujarnya.
Haris menegaskan peningkatan produksi pangan menjadi bagian penting dalam mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Mimika, baik di wilayah perkotaan maupun kampung, guna menyediakan pangan berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia juga mendorong Kelompok Tani Bina Usaha yang beranggotakan 25 orang agar terus semangat mengembangkan komoditas hortikultura untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal.
Menurutnya, ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan petani diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar Timika.
Haris juga menekankan pentingnya menjaga mutu hasil pertanian dengan mengarah pada sistem pertanian organik agar tanah tetap sehat dan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi.
“Jika petani mampu menghasilkan produk bebas pestisida dalam jumlah besar, peluang kerja sama dengan PT Freeport Indonesia melalui Pangan Sari sangat terbuka, meskipun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Selain itu, ia mengimbau petani untuk tidak hanya fokus pada satu jenis tanaman, tetapi juga mengembangkan komoditas lain seperti cabai, tomat, bawang merah, dan sayuran lainnya.
Pemerintah daerah, lanjut Haris, siap memberikan dukungan berupa bantuan bibit, pupuk, serta sarana dan prasarana pertanian bagi kelompok tani yang siap berkembang.
Ia juga mengapresiasi upaya Kelompok Tani Bina Usaha yang tidak hanya menanam labu madu, tetapi juga mulai mengembangkan tanaman pepaya yang kini telah berbunga dan berbuah.
Haris berharap, peningkatan produksi buah lokal dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan pasokan dari luar daerah guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya produk organik.
“Kami berterima kasih kepada Maman Suratman yang telah puluhan tahun berkontribusi dalam penyediaan pangan lokal berkualitas. Ke depan, kerja sama lintas OPD akan terus diperkuat,” katanya.
Ia menjelaskan, tugas DTPHP berfokus pada peningkatan produksi tanaman pangan, sementara penanganan pascapanen menjadi kewenangan Dinas Ketahanan Pangan.
Haris juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang telah aktif mendampingi petani di lapangan sehingga mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas.
“Selama saya dipercaya memimpin, saya akan lebih banyak turun ke lapangan untuk mengetahui langsung kendala yang dihadapi petani dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Haris memotivasi Maman Suratman dan kelompok tani untuk terus melanjutkan penanaman labu madu guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Mimika. **


























