Timika,papuaglobalnews.com – Nius Wenda, S.Pd., M.Si, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Papua Tengah menegaskan untuk melawan hentikan kebiasaan perang seperti yang terjadi di wilayah Distrik Kwamki Narama harus melalui pendidikan karakter. Selain itu menjadi tugas berat tokoh gereja dalam menyadarkan jemaatnya.

“Situasi Timika saat ini memang lagi tidak baik-baik saja. Besok dan kapan waktunya kita belum tahu Timika ini mau jadi seperti apa,” ujar Nius Wenda dalam sambutan pada perayaan HUT ke 31 SMTK Berea Timika pada Jumat 4 September 2026.

Nius Wenda menegaskan melawan aksi perang seperti itu menjadi tugas dan tanggunjawab anak-anak sekolah terutama putra putri OAP sebagai generasi penerus bangsa dan daerah ini untuk hentikan saling membunuh.

Bahkan ia merasa miris pelaku menyerang sembarang terhadap orang yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.

Wenda menyinggung akibat dari konflik itu dua siswanya dari SMK Negeri I Kuala Kencana menjadi korban, yang lokasinya berada di depan kediamannya di SP3.

Situasi ini, kata Wenda menjadi tantangan berat bagi gereja harus lebih tegas dan termasuk lembaga pendidikan seperti SMTK Berea Timika ikut bekerja keras dalam membentuk karakter dan kepribadian setiap orang.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.