MTQ Perdana Tingkat Papua Tengah Diikuti Tujuh Kabupaten, Dewan Hakim dan Peserta Dipesan Jaga Integritas, Profesionalitas dan Sportivitas
Timika,papuaglobalnews.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dimulai di Kabupaten Mimika dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa 14 hingga Kamis 16 Juli 2026.
Pembukaan dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware yang dibuka secara simbolis melalui palm swipe oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua Harian Panitia MTQ I Papua Tengah H. Muhammad Darwis, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua Tengah.
MTQ perdana ini diikuti oleh tujuh kabupaten, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, dan Puncak Jaya. Sementara Kabupaten Intan Jaya belum berpartisipasi karena kepengurusan LMTQ di daerah tersebut belum terbentuk.
Ketua Harian Panitia MTQ I Papua Tengah, H. Muhammad Darwis, dalam laporannya menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ pertama ini bukan sekadar rutinitas atau seremoni keagamaan, melainkan wadah untuk membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus menjaring qari dan qoriah terbaik Papua Tengah untuk mengikuti MTQ tingkat nasional pada September 2026.
Ia menjelaskan, panitia mengusung tema “Al-Quran di Hati, Harmoni di Bumi” yang merefleksikan dua pilar utama. Al-Quran di Hati mengandung makna menjadikan Al-Quran sebagai pedoman nilai-nilai suci, penjaga moral, etika kehidupan, serta landasan berpikir umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Harmoni di Bumi menegaskan komitmen untuk hidup berdampingan dalam semangat toleransi, kasih sayang, serta untuk di Mimika dengan semboyan Eme Neme Yauware, Bersatu Bersaudara Kita Membangun.
Menurutnya, kehadiran tujuh kabupaten peserta menunjukkan tingginya komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan di Papua Tengah.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi seni baca Al-Quran kategori anak, remaja, dan dewasa, hafalan Al-Quran (tahfiz), kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Quran.
Ketua Harian I LMTQ Papua Tengah, Herman Gafur, mengatakan MTQ bukan sekadar lomba membaca dan memahami Al-Quran, tetapi menjadi tonggak penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, dan damai di Tanah Papua, khususnya Papua Tengah.
Menurutnya, MTQ juga menjadi sarana syiar Islam, membangun generasi Qurani, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran agar nilai-nilainya benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, objektivitas, dan akhlak mulia. Selain itu, MTQ diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan hubungan sosial antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.
Herman berharap MTQ ini mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional bahkan internasional.
Kepada dewan hakim, ia berpesan agar menjalankan amanah secara profesional, objektif, berintegritas, dan penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan penilaian yang adil dan transparan.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyampaikan bahwa kehadiran seluruh kafilah dari tujuh kabupaten merupakan sebuah kehormatan bagi Mimika sebagai tuan rumah MTQ pertama tingkat Provinsi Papua Tengah.
Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Mimika dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta selama mengikuti perlombaan.
Menurut Kemong, penyelenggaraan MTQ perdana ini memiliki nilai sejarah tersendiri sejak Papua Tengah menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Kegiatan tersebut bukan hanya ajang membaca, menghafal, memahami, dan menafsirkan Al-Quran, tetapi juga menjadi wahana mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan masyarakat Papua Tengah.
“Kepada seluruh peserta, jadikan momentum ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap Al-Quran dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada dewan hakim agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Papua Tengah di tingkat nasional.
Selain itu, Kemong menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Mimika atas dukungan yang diberikan sehingga pelaksanaan MTQ dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, yang membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Wakil Bupati Emanuel Kemong selaku Ketua Pelaksana MTQ I Papua Tengah.
Menurutnya, MTQ pertama ini merupakan catatan sejarah bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah sejak daerah tersebut berdiri sebagai provinsi baru.
Ia mengatakan Papua Tengah dibangun di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar. Karena itu, kerukunan harus terus dipelihara sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Nlai-nilai Al-Quran mengajarkan kejujuran, keadilan, kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian. Nilai-nilai inilah yang harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari agar Papua Tengah tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis,” pesannya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, memiliki integritas, serta menjunjung tinggi nilai agama dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan semangat persaudaraan serta menjadikan MTQ sebagai sarana belajar, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran. **













