Timika,papuaglobalnews.com – Umat Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan, Keuskupan Timika bersuka cita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dalam perayaan ekaristi malam Paskah penuh khusuk di Gereja Santo Stefanus Sempan, Sabtu 4 April 2026.

Perayaan diawali dengan RP. Gabriel Ngga, OFM melaksanakan ritus pemberkatan api unggun. Pemasangan lambang Alfa dan Omega pada lilin Paskah. Selanjutnya menyalakan lilin Paskah yang diambil dari api unggun yang sudah diberkati sebagai simbol api baru. Misdinar menyalakan lilin umat dari api Paskah sebagai lambang Kristus sudah bangkit mengalahkan maut dan terang mengusai gelap.

Gabriel bersama para misdinar berarak menuju pintu gereja. Di bagian depan pintu, bagian tengah dan di depan altar, RP. Gabriel menyampaikan “Cahaya Kristus” yang disambut oleh umat Syukur kepada Allah.

Gabriel dalam pesan homili mengungkapkan mengawali perayaan ini dengan kegelapan tanpa lampu dinyalakan. Kegelapan melambangkan dosa, kerapuhan, keputusasaan dan maut. Namun seberkas cahaya dari lilin Paskah telah memecahkan kegelapan itu.

Lilin Paskah lambang terang sang sejati yaitu Yesus Kristus.

“Penyalaan lilin utama kemudian dibagikan kepada lilin-lilin kita dan kita dipanggil untuk menjadi terang bagi tempat di mana kita berada. Terang bagi sesama,” ujar RP. Gabriel.

Paskah kata RP. Gabriel bukan sekadar merayakan masa lalau melainkan peristiwa masa kini, yang dapat mengubah hidup manusia menjadi terang.

Ia menjelasakan perayaan malam Paskah dalam bacaan mengisahkan Allah menjadikan alam semesta dan manusia sungguh amat baik.

“Bagi kita ini adalah teguran sekaligus pengharapan. Kita berada di tanah Papua, tanah yang kaya adalah bukti kasih dan cinta Tuhan kepada Kita. Jika saat ini kita melihat alam yang rusak dan persaudaraan yang retak, maka Paskah memanggil kita kembali kerencana awal Allah, menjaga kehidupan-Nya bukan merusaknya. Baik kehidupan ciptaan-ciptaan maupun kehidupan manusia itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, kisah Bangsa Israel melewati Laut Merah adalah kisah pembebasan dari ketakutan akan Firaun yang menjajah dan menganiaya mereka. Firaun masa kini adalah rasa tidak aman, konflik yang tidak kunjung selesai dan kemiskinan di tengah kelimpahan.

“Kita sedang dituntun oleh Tuhan menuju tanah terjanji, di mana keadilan dan kedamaian benar-benar dirasakan oleh setiap kita yang hadir dalam perayaan ini dan semua penghuni di tanah ini. Ini menjadi kerinduan dan harapan bisa terwujud,” ujarnya.

Momen perayaan Malam Paskah, umat Kristiani kembali memperbaharui janji baptis. Air baptis adalah rahim sekaligus makam.

“Kita dikuburkan bersama Kristus dalam kematian-Nya supaya kitapun boleh hidup dalam hidup yang baru. Menjadi manusia baru, manusia Paskah. Berarti tidak lagi membiarkan diri kita diperbudak egoisme, ketidakadilan, dendam dan kebencian melainkan hidup dalam kasih, damai, adil, kebenaran dan penuh persaudaraan,” tegasnya.

  1. Gabriel juga mengutip kata-kata malaikat yang disampaikan kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain ketika datang di kubur Yesus, “Pergilah dan katakanlan kepada murid-murid-Nya.

Para wanita itu diutus mewartakan kabar suka cita kepada para murid di Galilea. Galilea merupakan tempat para murid memulai kehidupan baru sehari-hari.

“Itu berarti, kita dipanggil untuk menjumpai Yesus yang bangkit tidak berhenti hanya dalam perayaan ini. Tetapi berlanjut dalam rutinitas hidup kita, rutinitas kerja, di keluarga, di rumah, di kantor dan di  pasar maupun di tempat pelayanan. Di sana kita harus mencari Yesus Kristus itu,”
pesannya.

Ia mengajak umat Katolik Sempan membawa kabar suka cita kebangkitan Kristus ini ke luar sebagaimana sesuai tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 “Gerakan Misioner” yang sudah direnungkan selama 40 hari masa tobat.

“Jadilan pembawa damai di manapun kita berada. Bawalah suka cita ini ke rumah kita. Jangan lagi ada panah dan dendam, sakit hati. Karena Kristus telah mematahkan panah maut. Mari kita jadikan Papua, Timika sebagai makam yang kosong. Dimana segala kebencian telah ditinggalkan dan yang keluar darinya manusia baru, yang siap menjadi saksi  Tuhan yang baru ini,” pungkasnya. **

 

Gabriel Ngga, OFM sambil membawakan lilin Paskah bersama misdinar berjalan berarak menuju altar sambil menyalakan lilin kepada umat yang mengikuti perayaan ekaristi malam Paskah, Sabtu 4 April 2026. (Foto – Maria Goreti Barowati/papuaglobalnews.com).