“Sekolah memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kesadaran dan budaya peduli lingkungan sejak dini. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter, sikap, kebiasaan dan tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta sosialisasi dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menciptakan dan mengembangkan lingkungan sekolah yang berwawasan lingkungan.
Hal tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan kebersihan sekolah, pengurangan dan pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi dan air, serta pembentukan perilaku seluruh warga sekolah yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bupati juga menekankan sekolah berwawasan lingkungan tidak cukup hanya terlihat bersih dan hijau secara fisik. Hal yang lebih penting tumbuhnya budaya dan kesadaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Guru, lanjutnya, memiliki peran penting sebagai teladan bagi peserta didik. Sementara peserta didik diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat membawa kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Tenaga kependidikan juga memiliki peran penting dalam membangun dan membiasakan perilaku positif di lingkungan sekolah.

“Kabupaten Mimika memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Karena itu, kekayaan tersebut harus dijaga dan dilestarikan bersama melalui kesadaran dan tindakan nyata, termasuk dari lingkungan pendidikan,” pesan Bupati.

Hadir pada kegiatan Sekretaris DLH Mimika Ramli, Devota Leisubun Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. **