Timika,papuaglobalnews.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat adat di bumi Cenderawasih, atas berpulangnya Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Munawjawab Piter Yarangga ke pangkuan Sang Pencipta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ridge II Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Wilayah Adat II Saireri, pada Senin, 2 November 2026, pukul 22.40 WIT.

Kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh masyarakat adat Papua dari 7 Wilayah Adat.

Sekretaris Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Anthonius Tapipea ST mengungkapkan, bagi masyarakat Papua, almarhum bukan sekadar seorang pemimpin, melainkan sosok bapak pelindung yang merangkul semua golongan. Memberikan keteladanan, kebijaksanaan, dan dedikasinya dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat adat akan selalu terpatri di hati sanubari masyarakat Papua.

Di tingkatan Dewan Adat Daerah (DAD), almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat bijak, baik, dan ramah. Ia selalu membuka pintu komunikasi dan memberikan arahan dengan penuh kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya.

Masih segar dalam ingatan Anthonius, salah satu pesan mendalam dan penuh keberanian dari almarhum yang akan selalu diingat dan menjadi warisan api semangat perjuangan adalah: “Anak, maju saja selagi kau benar diatas tanahmu sendiri. Kalian harus jaga segala isi Bumi yang ada di Noken Mama. Anak harus jaga hubungan, kekeluargaan yang baik dengan teman-teman dan suku suku dari belahan bumi lain”.

“Anak, kalian punya tanggung jawab besar kapada, alam, adat dan Allah, ingat itu!” kenang Anthonius dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Selasa 3 November 2026.

Bagi Anthonius, pesan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat almarhum bahwa kebenaran dan hak atas tanah adat adalah prinsip utama yang harus diperjuangkan tanpa rasa takut.

Dewan Adat Daerah Mimika bersama seluruh masyarakat adat Mimika menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga nilai-nilai perjuangan almarhum dapat terus kita lanjutkan. Selamat jalan Bapak. Terima kasih atas segala budi baik, keramahan, dan bimbinganmu bagi tanah Papua,” tulis Anthonius. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.