Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua pihak:

  1. Kepada Pemerintah Pusat dan Daerah: Dengarkanlah seruan dari tanah adat ini. Jadikanlah tragedi Mogodagi sebagai momentum untuk perubahan fundamental. Bentuklah tim investigasi independen untuk mengungkap kebenaran di balik semua dugaan ini, tanpa pandang bulu. Ambillah tindakan tegas terhadap semua pihak yang terbukti bersalah, seberapa pun kuatnya mereka.
  2. Kepada Tokoh Adat Suku Mee dan Suku Kamoro: Mari kita duduk bersama di “para-para Adat” kita. Bangun kembali solidaritas dan keharmonisan yang diwariskan oleh leluhur moyang kita. Tetapkanlah tapal batas adat yang permanen, tanpa intervensi dari pihak asing manapun. Kekuatan kita ada dalam persatuan, bukan dalam perpecahan.
  3. Kepada Seluruh Masyarakat Papua Tengah: Jangan terpancing oleh provokasi. Jangan biarkan diri kita menjadi alat dalam skenario “bagi dan kuasai”. Mari kita jaga ketenangan, tetap bersatu, dan terus bersuara untuk kebenaran dan keadilan.

Masa depan yang damai di Papua tidak akan terwujud hanya dengan kekuatan senjata. Ia hanya akan tercapai melalui keadilan yang tegas, kebenaran yang menyeluruh, dan penghormatan terhadap martabat serta hak-hak masyarakat adat. Tanah dan sumber daya alam kami adalah warisan suci yang harus dijaga untuk keberlangsungan hidup anak cucu kami.

Mengabaikan seruan ini bukanlah sebuah opsi. Ini adalah sebuah ujian berat bagi komitmen negara terhadap keadilan dan hak asasi manusia. Jawaban atas seruan kami akan menentukan arah masa depan Papua: apakah kita akan terus terjebak dalam siklus kekerasan, ataukah kita akan menemukan jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Kami menunggu tindakan nyata. Atas perhatian dan dukungannya, kami ucapkan terima kasih.

 

Mimika, 27 November 2025

 

Hormat kami,

 

Vinsent Oniyoma

Ketua Umum Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika Papua Tengah