Liga 4 Regional Papua Tengah Resmi Bergulir, Sepak Bola Bahasa Persatuan dan Membangun Persaudaraan
Timika,papuaglobalnews.com – Liga 4 Regional Papua Tengah perebutan Piala Gubernur Papua Tengah resmi bergulir di Stadion Wania Imipi, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, setelah dibuka oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Minggu 8 Maret 2026.
Pembukaan Liga 4 musim 2025/2026 sesuai agenda Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ditandai tendangan bola pertama oleh Gubernur Meki Nawipa, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley dan Bupati Mimika Johannes Rettob.
Hadir dalam pembukaan, para Bupati dab Wakil Bupati delapan kabupaten wilayah Papua Tengah. Turut hadir para pimpinan OPD Mimika, Provinsi Papua Tengah, anggota DPR Papua Tengah dan DPRK Mimika.
Suasana pembukaan berlangsung meriah diawali dengan penampilan tarian dan defile siswa-siswi SMP Negeri 2 Mimika. Usai pembukaan dilanjutkan dengan laga exhibition antara Polda Papua Tengah versus Pemprov Papua Tengah dan gabungan Polda Paupa Tengah Pemprov versus Freeport.
Sebanyak tujuh tim berlaga dalam kompetisi ini, yaitu Persidei (Kabupaten Deiyai), Persipani (Kabupaten Paniai), Persintan (Kabupaten Intan Jaya), Persipuncak Cartenz (Kabupaten Puncak), Persemi Mimika, Persidodo (Kabupaten Dogiyai), dan Persipuja (Kabupaten Puncak Jaya).
Ketua Panitia Pelaksana, Alfred F. Anouw, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertandingan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi panggung pembuktian talenta-talenta muda berbakat dari tujuh kabupaten di Papua Tengah.
Ia mengatakan, melalui Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah, semua pihak diingatkan dengan pesan kuat bahwa sepak bola merupakan bahasa persatuan, ruang damai, dan sarana membangun persaudaraan di antara sesama.
“Di lapangan hijau tidak ada lagi perbedaan pesisir, gunung, dan lembah. Yang ada hanyalah satu tujuan, yaitu bermain dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas untuk meraih cita-cita yang lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, sepak bola mengajarkan pentingnya kerja sama tim. Tidak ada satu pemain pun yang dapat menang sendiri, karena kemenangan lahir dari kebersamaan.
“Begitu pula dengan kita di Tanah Papua. Kita hanya bisa menang jika berjalan bersama tanpa membedakan suku dan daerah. Mari saling menghargai, saling menguatkan, dan menjaga persaudaraan,” ajaknya.
Ia menambahkan, kompetisi Liga 4 ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi panggung bagi generasi muda Papua Tengah untuk menunjukkan bakat, kemampuan, membangun kedisiplinan, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
Ia berharap kompetisi ini dapat melahirkan pemain-pemain hebat yang mampu mengangkat harkat dan martabat Papua Tengah hingga ke level nasional.
Alfred juga mengajak semua pihak dalam pesta rakyat ini untuk meninggalkan ego dan perbedaan. Kepada para pemain, ia berpesan agar menunjukkan kemampuan terbaik, bermain dengan hati, penuh semangat, serta tetap menghargai lawan.
“Lawan di lapangan bukan musuh, tetapi sesama yang sedang membangun dunia sepak bola yang lebih baik demi kebanggaan Papua Tengah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari PSSI, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah delapan kabupaten, para sponsor, media, serta seluruh panitia.
Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan untuk membangkitkan semangat sepak bola di Papua Tengah, sehingga dari daerah ini dapat lahir bintang-bintang sepak bola masa depan yang mengharumkan nama Papua dan Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Liga 4 Regional Papua Tengah menjadi provinsi terakhir yang menyelenggarakan kompetisi ini, namun diharapkan menjadi yang pertama MEloloskan tim ke Liga 3.
Meki juga menjanjikan bagi tm yang keluar sebagai juara satu diberikan hadiah uang tunai Rp100 juta, juara II Rp70 juta dan seterusnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus PSSI Papua Tengah, panitia, serta para bupati di Papua Tengah yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.
“Kompetisi ini bukan hanya ajang pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah,” ujarnya.
Menurut Meki, Tanah Papua merupakan tanah yang diberkati Tuhan dengan talenta sepak bola yang luar biasa. Banyak legenda sepak bola asal Papua yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional.
Karena itu, melalui Liga 4 ini ia berharap semakin banyak talenta muda Papua Tengah yang muncul dan melanjutkan tradisi besar sepak bola Papua.
Ia menegaskan sepak bola merupakan jembatan pemersatu masyarakat.
“Dalam bertanding kita harus tetap menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama, dan semangat juang,” katanya.
Meki juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan seluruh bupati di Papua Tengah untuk mencanangkan program satu distrik satu lapangan sepak bola. Program ini diharapkan dapat mempersiapkan pemain sejak tingkat kampung untuk mengikuti berbagai kompetisi.
“Papua Tengah adalah jantungnya Papua. Karena itu, kita harus menyiapkan pemain-pemain terbaik dari kampung hingga ke level provinsi,” ujarnya.
Ia menegaskan di lapangan hijau tidak ada pemain hebat yang menang sendiri. Yang menentukan kemenangan adalah kerja sama tim, gotong royong, dan semangat kebersamaan.
Di akhir sambutannya, Meki mengajak seluruh masyarakat menjadikan Liga 4 sebagai simbol perdamaian dan persatuan di Papua Tengah.
“Mari jadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan. Biarlah peluit pertama menjadi tanda dimulainya kebersamaan dan persatuan. Semoga Piala Gubernur ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu mempersatukan Papua Tengah dalam semangat kebersamaan,” ujarnya. **














































