Lemasko Ingatkan Bupati Deiyai Sebelum Pasang Pilar Tapal Batas Duduk Berbicara dengan Pemkab Mimika, Lemasko dan Lemasa
Persoalan tapal batas ini, kata Marianus lebih kepada harga diri dan menjaga martabat masyarakat adat dan pemerintah.
“Tidak ada orang Kamoro dan Amungme naik tinggal di atas. Bupati Deiyai jangan klaim sesukanya,” tegas Marianus.
Sementara Bupati Deiyai Melkianus Mote didampingi Wakil Bupati Ayub Pigome bersama Kapolres dan Dandim serta pimpinan OPD telah melakukan petakan batu pertama pembangunan kantor distrik persiapan Memoa di Kampung Mudetadi serta pemekaran tiga kampung pada Jumat 31 Oktober 2025.
Melkianus Mote dalam rekaman video berdurasi empat menit lima puluh detik yang diterima papuaglobalnews.com pada Sabtu 1 November 2025 menjelaskan, dirinya bersama Kapolres, Dandim, Ketua DPRK, Wakil Ketua I, II dan III DPRK Deiyai, Wakil Bupati Ayub Pigome dan pimpinan OPD sudah berkunjung di Distrik Bouwobado tepatnya di Kampung Mudetadi.
“Kami sudah melakukan berbagai rangkaian kegiatan. Yang pertama kami sudah meletakan atau menyetujui distrik persiapan, namanya Distrik Memoa. Kami sudah letakan batu pertama dan kami akan membangun kantor distriknya,” jelas Mote.
Selain itu kata Mote, pemerintah telah menyetujui pemekaran tiga kampung untuk Distrik Memoa. Pemerintah akan membangun gapura tapal batas antara Deiyai dan Mimika di Sungai Dauwo.
“Kenapa kami tanam gapura di sini? Karena kami mengikuti tapal batas yang ditetapkan oleh Kemendagri. Maka itu, saya Bupati Deiyai mengajak kepada semua rakyat yang ada di Kabupaten Deiyai atau yang berada di Distrik Bouwobado, soal tapal batas itu urusan Bupati Deiyai dan Bupati Mimika,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, kepada masyarakat yang tidak mengerti apa-apa atau masyarakat yang ribut hanya karena dijanjikan sebagai camat, kepala desa baik oleh Bupati Deiyai maupun Bupati Mimika jangan ikut-ikutan. Karena tapal batas itu sudah ditentukan oleh Kemendagri.
“Jadi ini tugas saya Bupati Deiyai Melkianus Mote dengan pak John Rettob Bupati Mimika yang punya tugas. Sekali lagi saya menghimbau masyarakat kecil yang tidak mengerti apa-apa, hanya karena dijanji-janji jangan bikin masalah. Karena itu akan mengorbankan semua masyarakat yang ada di Deiyai maupun di Mimika,” pesan Mote.
Ia menjelaskan tujuan pemerintah memekarkan desa maupun kecamatan baik oleh Bupati Deiyai maupun Bupati Mimika ingi membangun daerah ini.
“Saya malah senang. Kalau dekat tapal batas saya bangun kantor camat di sebelah kanan dan Kabupaten Mimika membangun di sebelah kiri. Supaya kami bangun daerah ini secara bersama-sama. Karena tujuan, niat kita baik untuk membangun,” katanya.
Mote menegaskan tapal batas ini bukan saling klaim mengklaim tetapi mengikuti aturan luasan wilayah Kabupaten Deiyai dimekarkan. Apabila tapal batas yang sudah ditentukan terjadi kesalahan atau tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan maka dirinya sebagai Bupati Deiyai siap mengikuti.
“Benarnya yang mana. Apakah mengikuti arah ke dalam atau keluar. Saya tadi diminta oleh masyarakat supaya tapal batas ini ada di Jayanti, tapi secara aturan kami punya tapal batas bukan di Jayanti tapi ada di Sungai Dauwo. Di situ saya akan taruh gapura,” paparnya.
Mote menjelaskan selain pemasangan gapura tapal batas dalam waktu dekat akan membangun beberapa fasilitas pemerintahan seperti sekolah, puskesmas, Polsek dan Koramil.
Ia meminta kepada masyarakat tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan janji-janji jabatan yang dijanjikan Bupati Deiyai maupun Bupati Mimika. **




































