“Kami tidak minta untuk merdeka atau minta yang lain. Tapi masyarakat adat minta Presdir dipercayakan kepada OAP. Saya tidak sebut harus dukung orang ini, orang itu dan suku tertentu. Tapi berlaku secara umum untuk Orang Asli Papua di tanah Papua,” ujar Marianus.

Menurut Marianus, sejak PT Freeport Indonesia hadir di tanah Mimika semua pimpinan tertinggi dipegang oleh orang luar Papua mulai dari Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Sekarang ini menjadi kesempatan untuk anak-anak Indonesia Timur terutama Papua. Saat ini ada banyak anak OAP yang dianggap siap, layak  dan mampu memimpin PT Freeport.

“Kami sebagai orangtua, lembaga adat siap mendukung pemerintah rcayakan posisi Presdir PT Freeport dijabat anak Papua,” pungkasnya. **