Terselenggaranya ivent seperti ini, Marianus menilai membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak Kamoro dan Amungme sudah sangat siap dalam membangun daerah ini.

“Ini hal yang sangat luar biasa kita apresiasi dan kami dukung. Saya sangat terharu setelah melihat hal ini. Apakah ini kita lagi bermimpi?” tuturnya dengan nada bertanya.

Sebagai anak negeri, Marianus mengingatkan harus lebih bertanggungjawab dalam melihat, melindungi dan berbuat sesuatu meskipun itu hal kecil, namun dampak sosialnya sangat jauh besar untuk masa  depan generasi Kamoro dan Amungme kelak.

“Terima kasih ibu Elizabeth atas gebrakannya. Ibu terus maju da maju,” kata Marianus.

Marianus berharap kegiatan melestarikan tradisi lokal harus menjadi program tetap pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, bukan menjadi yang pertama dan terakhir.

Dalam festival ini dari sembilan distrik pesisir yang disosialisasi langsung oleh Disparbudpora, hanya tujuh yang mengirimkan peserta, yaitu: Distrik Mimika Barat (Kokonao), Distrik Mimika Tengah (Atuka), Distrik Mimika Timur (Mapurujaya), Distrik Amar, Distrik Mimika Timur Jauh, Distrik Jita dan Distrik Kapiraya.

Sementara Distrik Agimuga dan Potowayburu tidak mengirimkan peserta tanpa keterangan lebih lanjut. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.