Kurang Lebih 500 Meter Rusak, Masyarakat Kampung Damai Kwamki Narama Minta Pemkab Mimika Perbaiki Jalan
Seorang pengendara sepeda motor melintasi jalan yang aspal sudah rusak. Foto insert, Painus Magai, Ketua Pemuda yang juga
Ketua DPC KNPI Distrk Kwmk Narama Kwamki Narama. (Foto – Istimewa).
Timika,papuaglobalnews.com – Kurang lebih sepanjang 500 meter ruas Jalan Pengunungan yang menghubungkan Kampung Damai, Walani, serta Kampung Bintang Lima di wilayah Distrik Kwamki Narama mengalami kerusakan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera melakukan perbaikan guna memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
Permintaan ini disampaikan Ketua Pemuda sekaligus Ketua DPC KNPI Kwamki Narama
Painus Magai kepada papuaglobalnews.com pada Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2015 lalu tim DPUPR Mimika sudah turun melakukan pengukuran. Namun hingga tahun 2026 atau kurang lebih satu dekade, belum ada realisasi pembangunan maupun perbaikan badan jalan yang kini berlubang akibat termakan usia.
Painus menyebutkan, kondisi jalan yang rusak berat tersebut telah banyak menimbulkan korban kecelakaan, terutama mama-mama yang menumpang ojek menuju kebun maupun berangkat berjualan ke pasar.
Ia mengaku miris, karena ruas jalan tersebut berada di dalam wilayah Kota Mimika namun belum tersentuh pembangunan infrastruktur secara merata.
Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang memiliki visi dan misi membangun dari kampung ke kota dapat benar-benar merealisasikannya di lapangan, bukan hanya tertuang rapi dalam dokumen perencanaan pembangunan lima tahun.
“Saya sebagai tokoh muda DPC KNPI Kwamki Narama berharap pemerintah betul-betul turun melihat hal-hal kecil yang menjadi kebutuhan riil masyarakat, sehingga bisa diakomodir dalam setiap program dan kegiatan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang sebelumnya sudah diaspal kini mengalami kerusakan akibat sering dilalui kendaraan, ditambah curah hujan yang tinggi sehingga membuat aspal rapuh dan terlepas dari badan jalan.
Ia menambahkan, kemajuan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi di Kwamki Narama menjadi gambaran nyata wajah Kabupaten Mimika.
“Kalau kami yang berada di distrik dan kampung dalam kota saja sudah begini, apalagi mereka yang di wilayah pinggiran, pesisir, dan pegunungan?” katanya.
Sebagai warga, ia berharap jika perbaikan jalan tersebut belum terakomodir dalam APBD induk maupun perubahan tahun 2026, maka dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Menurutnya, apabila kondisi jalan sudah baik, hal ini akan mendukung kelancaran akses transportasi di wilayah tersebut serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas. **














