Timika,papuaglobalnews.com – Diben Murib, S.Th, Kepala Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Berea Timika mengeluhkan sejak dibuka sejak tahun 1995 hingga sekarang belum pernah mendapat perhatian berupa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Selama ini kami sudah pernah datang di Dinas Pendidikan Mimika tapi belum pernah respons dari pemerintah setempat,” ujar Diben Murib kepada papuaglobalnews.com disela-sela acara penutupan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) pada Rabu 15 April 2026.

Diben berharap di tahun ajaran 2025/2026 ini Dinas Pendidikan dan DPRK Mimika yang membidangi pendidikan bisa datang melihat langsung kondisi sekolahnya yang terletak di Jalan Hasanuddin.

Ia mengungkapkan keberadaan SMTK Berea Timika sejak berdiri oleh misionaris tahun 1995 dibawah naungan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) kemudian pada tahun 2019 telah mengantongi ijin operasional resmi dari Pemerintah Pusat dibawah naungan Yayasan Pendidikan Kemah Injil Indonesia (YPKII) dengan akreditasi C.

Ia menyebutkan yayasan kini memiliki lahan dengan ukuran 100 x 50 meter persegi di sekitar Irigasi Ujung yang rencananya kedepan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah berpola asrama.

Rencana dibangunnya sekolah berpola asrama ini dengan tujuan pengawasan terhadap anak didik lebih mudah mengingat situasi di Kota Timika yang sering terjadi konflik. Karena hampir sebagian besar siswa-siswi tinggal di wilayah Kwamki Narama dan di SP-SP.

“Karena kalau ada konflik anak-anak tidak bisa datang masuk sekolah. Harapannya pemerintah bisa perhatikan sekolah kami, agar mereka tinggal dan sekolahh dalam satu lokasi,” harapnya.

Ia mengakui saat ini SMTK Berea Timika didukung sebelas guru, terdiri dari dua guru PNS status nota tugas dan Sembilan swasta.

Diben juga mengakui meskipun sekolah tersebut semua anak didik Orang Asli Papua (OAP) namun tidak mendapat bantuan dana Otononi Khusus (Otsus).

Sekolah dengan motto melayani dengan kasih memiliki visi, mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Papua yang berkarakter Kristus, sehat, mandiri, berbudaya, dan berdaya saing yang sehat.

Selain itu memiliki misi diantaranya;

  1. Mencerdaskan generasi yang berkarakter Kristus serta membina untuk siap melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus Kristus berdasarkan Matius 28:19–20.
  2. Membangun pembiasaan perilaku hidup sehat, percaya diri, mandiri, berkomunikasi aktif, serta dapat bekerja sama.
  3. Memfasilitasi kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan, minat, dan potensi peserta didik.
  4. Membangun kerja sama dengan orang tua/wali, masyarakat, pemerintah, dan lembaga lainnya dalam rangka pengelolaan SMTK Berea yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing.

Sekolah ini dengan tujuan

  1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang pendidikan kerohanian Kristen bagi masyarakat Papua.
  2. Berperan dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran teologi yang berdasarkan Alkitab.
  3. Mendidik generasi Papua yang cerdas serta mendorong peserta didik untuk mempraktikkan ajaran iman Kristen di gereja dan lingkungan masyarakat.
  4. Menjadi lembaga pendidikan yang mampu bekerja sama dengan berbagai pihak demi keberlangsungan pelayanan pendidikan di Tanah Papua dengan tetap menanamkan budaya kearifan lokal.

Sasaran mempersiapkan SDM Papua yang berkualitas dan profesional dalam bidang pelayanan gereja. **