Dalam pelaksanaan survei, BPS mengambil sampel di setiap distrik dengan metode yang telah ditentukan secara statistik. Beberapa wilayah pesisir yang menjadi lokasi sampel antara lain Distrik Mimika Tengah di Kampung Aukawapuka, Mimika Barat Tengah di Kapiraya, Distrik Amar di Kampung Yaraya, serta Mimika Timur Jauh di Kampung Amamapare dan Ohotia.

Survei umumnya dilaksanakan sebelum bulan puasa, dengan pertimbangan pola konsumsi masyarakat masih dalam kondisi normal dan belum mengalami perubahan signifikan. Responden yang dipilih juga bervariasi, disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan kondisi sosial ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Suwarni turut mengajak seluruh lapisan masyarakat Mimika untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan digelar pada Mei hingga Juli 2026.

Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh pelaku usaha, baik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Mimika. Pendataan ini berlaku umum, baik bagi usaha yang tidak berbadan hukum maupun yang berbadan hukum.

“Sensus Ekonomi ini tidak menggunakan sampel, tetapi mencakup seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali. Dari data ini kita bisa mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi daerah serta jenis-jenis usaha yang berkembang di Mimika,” terangnya.

Data yang dihimpun nantinya diolah BPS dan dikirim ke pemerintah pusat sebagai data resmi Kabupaten Mimika. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah, provinsi maupun pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk program bantuan dan intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Mimika juga akan melakukan perekrutan tenaga mitra lapangan. Para mitra yang direkrut akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum turun melakukan pendataan.

Program Sensus Ekonomi 2026 ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama dua bulan, yakni Mei hingga Juli 2026. BPS Mimika berharap masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan data yang benar serta akurat demi kemajuan pembangunan daerah. **