Selain itu, orang tua diharapkan dapat mewariskan berbagai keterampilan yang dimiliki kepada anak-anak, baik keterampilan hidup maupun kemampuan yang berkaitan dengan mata pencaharian keluarga.

“Kalau orang tua memiliki kemampuan mencari anggrek hutan, berkebun, memasak, bertani atau keterampilan lainnya, itu bisa diwariskan kepada anak sebagai bekal kehidupan. Keterampilan seperti itu sangat berharga,” pesannya.

Dalam materinya, Alvonds juga menyoroti dampak buruk kebiasaan mengonsumsi minuman keras dalam rumah tangga yang ikut memengaruhi perkembangan psikologis anak.

“Ketika seseorang mabuk, ia kehilangan kemampuan berpikir secara rasional. Dalam kondisi seperti itu sering kali orang tua melukai hati anak-anak, baik melalui perkataan maupun tindakan. Hal seperti ini akan membekas dalam perkembangan karakter anak,” tegasnya.

Keluarga memiliki peran memberikan rasa identitas, kasih sayang, keamanan, stabilitas, serta menjaga kesehatan fisik dan mental anak sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Lebih lanjut, Alvonds menjelaskan keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurutnya, keluarga berperan sebagai lembaga pendidikan informal yang bertanggungjawab menanamkan nilai moral, agama, karakter, dan etika. Sementara sekolah menjadi lembaga pendidikan formal yang memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta membentuk kedisiplinan peserta didik.

Ia juga mengungkapkan tantangan pendidikan di wilayah pesisir Mimika. Banyak anak terpaksa mengikuti orang tua melaut selama berbulan-bulan sehingga proses belajar di sekolah terputus dan harus mengulang dari awal ketika kembali.

“Itu menjadi salah satu kendala besar di wilayah pesisir. Jumlah guru juga terbatas sehingga proses belajar sering terganggu ketika anak lama tidak mengikuti sekolah,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua di Distrik Kuala Kencana agar memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan anak.

“Jangan sampai anak tidak sekolah hanya karena persoalan seragam atau kendala lainnya. Kalau memang ada kesulitan, komunikasikan dengan kepala sekolah agar bisa dicarikan solusi. Yang terpenting anak tetap bersekolah,” tegasnya.

Menurut Alvonds, pendidikan merupakan gerbang utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Oleh sebab itu, orang tua harus menanamkan dalam pikiran anak sejak dini bahwa sekolah adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Ia juga mengingatkan bahwa bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal, pemerintah telah menyediakan layanan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami berharap seluruh orang tua di Distrik Kuala Kencana memiliki kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi masa depan anak. Dengan keluarga yang kuat, sekolah yang baik, dan dukungan masyarakat, maka kita dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing,” pungkasnya. **