Viktor menjelaskan, esensi dari “Brand Kampung” adalah mengangkat produk-produk komoditi lokal baik dari sektor pertanian, perikanan, pangan lokal, hingga kerajinan tangan agar memiliki identitas, nilai jual yang tinggi serta berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Program “Brand Kampung” tidak berdiri sendiri. Ini menjadi visi besar Kabupaten Mimika untuk menjadikan kawasan Pomako dan Mapurujaya sebagai Hubungan Pelayanan Jasa Ekspor-Impor.

Sebagai bentuk dukungan atas program ini, Viktor menegaskan melalui Bidang Ekonomi Kerakyatan, KADIN Mimika telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menyukseskan program tersebut diantaranya;

  1. Pendampingan entrepreneur dan legalitas bagi para pelaku UMKM di kampung-kampung.
  2. Membantu para pelaku usaha di kampung dalam melakukan standarisasi produk dan pengemasan agar menarik minat pasar modern.
  3. Menjembatani komoditas unggulan kampung untuk masuk ke jaringan pasar yang lebih luas, termasuk membangun kemitraan dengan hotel, restoran, dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Mimika.
  4. Memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan sederhana bagi kelompok usaha kampung agar bisnis yang dijalankan dapat tumbuh berkelanjutan.

Dikatakan, Bupati John sebelumnya memaparkan bahwa pemberdayaan ekonomi kampung menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Melalui “Brand Kampung”, diharapkan setiap wilayah memiliki produk sebagai identitasnya sendiri yang dapat mendorong meningkatkan pendapatan asli kampung dan kesejahteraan keluarga.

KADIN menjadi mitra strategis pemerintah dalam kerja sama antara Pemerintah Daerah dan KADIN adalah perpaduan ideal. Pemerintah menyiapkan regulasi, infrastruktur, dan anggaran stimulus. Sementara KADIN menggerakkan ekosistem bisnisnya agar program tersebut berjalan secara nyata, berkelanjutan, dan menghasilkan profit bagi masyarakat. **